Prabowo Minta Evaluasi Latsarmil setelah 5 Calon Manajer Koperasi Desa Meninggal

Prabowo Minta Evaluasi Latsarmil setelah 5 Calon Manajer Koperasi Desa Meninggal

Jakarta -- detik35. Com - Presiden RI, , meminta pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dievaluasi secara menyeluruh menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, , menyatakan bahwa Presiden telah mengikuti perkembangan kasus tersebut dan menginstruksikan agar dilakukan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Meski demikian, pemerintah memastikan pelaksanaan latsarmil tetap dilanjutkan sebagai bagian dari pembekalan calon pengelola koperasi melalui program . Pemerintah juga akan menampung berbagai masukan dari masyarakat, sementara selaku penyelenggara program akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan pelatihan.

Menurut Juri, pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan manajerial, ketahanan mental, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan. Pemerintah berharap para calon manajer koperasi memiliki karakter disiplin, profesional, berintegritas, dan mampu mengelola koperasi secara sehat untuk mendukung perekonomian masyarakat desa dan wilayah pesisir.

Program latsarmil yang dimulai sejak 17 Juni 2026 dan berlangsung hingga 31 Juli 2026 tersebut diikuti sebanyak 35.476 peserta di berbagai satuan pendidikan TNI di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, lima peserta yang meninggal dunia yakni Yonanda Muhammad Taufiq akibat henti jantung (cardiac arrest), Anisa Muyassaroh karena heat stroke, Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi tuberkulosis (TB), serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Diasari yang meninggal setelah mengalami sesak napas saat mengikuti pelatihan.

Peristiwa ini memunculkan desakan dari berbagai kalangan, termasuk DPR dan kelompok masyarakat sipil, agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, bahkan moratorium sementara pelaksanaan latsarmil, serta membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab meninggalnya para peserta tersebut.