16 Ormas Islam Restui Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Usai Penjelasan Presiden Prabowo

16 Ormas Islam Restui Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Usai Penjelasan Presiden Prabowo

JAKARTA – detik35. Com. - Rencana Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza sempat memunculkan pertanyaan di kalangan organisasi masyarakat (ormas) Islam. Namun setelah pertemuan tertutup di Istana Negara pada Selasa (3/2/2026), sebanyak 16 ormas Islam besar — termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah — menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut.

Keputusan itu diambil setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan secara rinci latar belakang, situasi geopolitik, serta tujuan keterlibatan Indonesia dalam forum internasional tersebut.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengakui bahwa pada awalnya terdapat sikap skeptis akibat informasi yang belum utuh. Namun setelah penjelasan menyeluruh diberikan, pandangan tersebut berubah.

Menurutnya, poin utama yang disampaikan Presiden adalah misi kemanusiaan. Indonesia disebut berpartisipasi untuk mengirimkan pasukan perdamaian yang berfokus melindungi masyarakat sipil Palestina, bukan untuk kepentingan politik atau militer tertentu.

Sementara itu, Hamdan Zoelva dari Syarikat Islam menilai keikutsertaan Indonesia sebagai langkah strategis. Ia mengibaratkan bahwa berada di luar forum internasional hanya akan membuat Indonesia tidak memiliki pengaruh. Dengan bergabung, Indonesia dapat menyuarakan kepentingan Palestina secara langsung dalam pengambilan keputusan.

Meski memberikan dukungan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap menyampaikan sejumlah catatan. Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, mengingatkan potensi risiko jika pasukan Indonesia ditempatkan dalam situasi konflik yang sensitif, termasuk kemungkinan berhadapan dengan kelompok Palestina sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo disebut memberikan jaminan bahwa Indonesia memiliki opsi untuk menarik diri apabila forum tersebut tidak membawa manfaat nyata bagi rakyat Palestina atau justru merugikan kepentingan kemanusiaan.

Dukungan dari 16 ormas Islam ini dinilai bukan sekadar persetujuan tanpa syarat, melainkan bentuk mandat kepercayaan yang disertai pengawasan moral. Mereka menilai langkah tersebut membuka peluang kontribusi nyata Indonesia dalam upaya perdamaian dan perlindungan warga sipil di Gaza.(Red)