Mendadak Datangi KPK, Nusron Wahid Berinisiatif Hadir Tanpa Konfirmasi Penyidik

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid


JAKARTA – detik35. Com. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mendadak mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026) pagi. Kedatangan Nusron disebut tidak didahului konfirmasi kepada penyidik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nusron tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.22 WIB. Ketua KPK Setyo Budiyanto mengaku sebelumnya tidak menerima pemberitahuan mengenai rencana kedatangan menteri tersebut.

Setyo menduga Nusron datang atas inisiatif sendiri untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) Summarecon Bogor serta dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

“Sebelumnya saya tidak terkonfirmasi, tidak ada konfirmasi dan informasi dari penyidik beliau akan datang. Mungkin beliau datang dengan inisiatifnya,” ujar Setyo kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).

Sebelumnya, KPK telah menyampaikan rencana untuk menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan Nusron sebagai saksi dalam dua perkara tersebut.

Nusron tercatat dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. Pada 7 Oktober 2026, ia beralasan memiliki agenda internal kementerian. Sementara pada pemanggilan kedua, 14 Oktober 2026, Nusron tidak hadir karena menjalani perjalanan dinas ke Malaysia.

Saat itu, penyidik menyatakan akan mempertimbangkan alasan ketidakhadiran tersebut sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kedatangan Nusron secara mendadak ke KPK kini menjadi perhatian, terutama setelah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebelumnya.

Meski demikian, status Nusron dalam perkara tersebut adalah sebagai saksi. Kehadirannya di KPK tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana, sementara proses penyidikan masih berjalan.

KPK diharapkan dapat mendalami keterangan Nusron guna mengungkap secara terang perkara dugaan suap pengurusan HGB Summarecon Bogor dan dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN.(Red)