Kabut Asap Selimuti Palembang, Spanduk Keluhan Warga Terbentang di JPO Jalan Sudirman

Kabut Asap Selimuti Palembang, Spanduk Keluhan Warga Terbentang di JPO Jalan Sudirman


PALEMBANG, Detik35.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi sorotan di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat hingga sebuah spanduk berisi keluhan terhadap kabut asap terbentang di jembatan penyeberangan orang (JPO) kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kemuning, Minggu (4/10/2026).

Spanduk tersebut memuat pesan bernada keluhan, “Tolongnian mintak nyaw bapak terhormat, asap karhutla”, yang disertai sejumlah tagar bernada kritik terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti Palembang.

Keberadaan spanduk itu menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Terlebih, kondisi udara di kawasan Jalan Sudirman pada Minggu tersebut terlihat berkabut dengan jarak pandang di sejumlah lokasi yang tampak berkurang akibat pekatnya asap.

Kabut asap bukan hanya mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi perhatian karena kualitas udara yang buruk berpotensi berdampak terhadap kesehatan.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, menjadi pihak yang perlu mendapat perhatian lebih dalam kondisi seperti ini.

Spanduk yang terbentang di JPO tersebut menjadi gambaran keresahan masyarakat terhadap persoalan kabut asap yang kembali terjadi. Masyarakat berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Sumatera Selatan dapat dilakukan secara maksimal agar kualitas udara di Palembang segera membaik.

Persoalan Karhutla dinilai tidak hanya menyangkut kebakaran lahan. Dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas sehari-hari, berkurangnya jarak pandang hingga potensi risiko kesehatan akibat buruknya kualitas udara.

Kondisi kabut asap di Palembang pun kembali menjadi pengingat pentingnya penanganan Karhutla secara serius, baik melalui pencegahan, penanggulangan kebakaran maupun upaya menjaga kualitas udara agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.(Red)