Abu Vulkanis Anak Krakatau Capai Depok, Warga Mulai Khawatir Dampak Kesehatan
![]() |
| Abu Vulkanis Anak Krakatau Capai Depok, Warga Mulai Khawatir Dampak Kesehatan |
DEPOK, DETIK35.COM – Hujan abu vulkanis dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mencapai sejumlah wilayah Kota Depok, Jawa Barat, sejak Sabtu (5/9/2026) malam hingga Minggu (6/9/2026) pagi.
Abu vulkanis terlihat menempel di sejumlah kendaraan, teras rumah, serta permukaan bangunan warga. Kondisi tersebut paling terlihat di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Sawangan yang berada tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Bogor.
Meski hujan abu terjadi, aktivitas masyarakat pada Minggu pagi masih berlangsung relatif normal. Sebagian warga tetap beraktivitas di luar rumah, sementara sebagian lainnya mulai menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu.
Warga mengaku khawatir terhadap dampak abu vulkanis, terutama terhadap kesehatan saluran pernapasan. Kekhawatiran juga meningkat karena anak-anak dinilai lebih rentan apabila terlalu lama terpapar debu vulkanis di luar ruangan.
“Di teras ada debu-debu, kelihatan banget dari tadi malam. Kalau kekhawatiran pasti ada, terutama untuk saluran pernapasan,” ujar seorang warga Depok.
Warga lainnya berharap kondisi tersebut segera membaik dan masyarakat mendapatkan informasi serta imbauan yang jelas mengenai langkah perlindungan diri selama terjadi sebaran abu vulkanis.
Selain mengenakan masker, masyarakat di wilayah terdampak disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi abu meningkat serta menjaga kebersihan lingkungan dari endapan abu.
Hingga Minggu pagi, masyarakat juga masih menantikan informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait mengenai kondisi sebaran abu vulkanis serta langkah antisipasi yang perlu dilakukan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya juga berdampak terhadap aktivitas transportasi di sejumlah wilayah. Kondisi angin dan arah sebaran material vulkanis menjadi salah satu faktor yang menentukan wilayah mana saja yang berpotensi terdampak.
Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari otoritas kebencanaan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.(Red)
