Menhub Minta Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau Tak Menunggu di Soetta

Menhub Minta Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau Tak Menunggu di Soetta


TANGERANG, DETIK35.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta calon penumpang yang penerbangannya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk tidak terlalu lama menunggu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul belum adanya kepastian kapan operasional penerbangan di Bandara Soetta dapat kembali dibuka secara penuh. Kondisi tersebut masih bergantung pada hasil pemantauan sebaran abu vulkanis serta kepastian keselamatan penerbangan.

Dudy menyampaikan, masih banyak calon penumpang yang memilih bertahan di bandara dengan harapan penerbangan segera kembali beroperasi.

“Saya makanya tadi menyampaikan kepada maskapai untuk segera menyampaikan kepada para penumpang supaya mereka tidak menunggu terlalu lama. Mengingat kondisinya juga belum bisa kita prediksi sampai kapan,” ujar Dudy saat berada di Posko Terpadu Terminal 1 Bandara Soetta, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, maskapai perlu memberikan informasi yang jelas kepada penumpang mengenai kondisi penerbangan. Dengan demikian, penumpang dapat menentukan langkah selanjutnya tanpa harus terus menunggu di terminal.

Dudy juga menegaskan bahwa hak penumpang untuk memperoleh pengembalian tiket harus dijamin oleh pihak maskapai apabila penerbangan terdampak pembatalan.

“Yang paling penting bahwa hak-hak mereka untuk pengembalian tiket itu harus dijamin oleh para maskapai. Supaya mereka tidak menunggu, karena memang ada banyak penumpang yang masih berharap bahwa mereka masih bisa terbang,” katanya.

Operasional Soetta Bergantung Kondisi Abu Vulkanis

Dudy menegaskan, Bandara Soekarno-Hatta hanya akan kembali beroperasi apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi ruang udara dan kawasan bandara telah aman bagi penerbangan.

“Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti,” tegasnya.

Hingga Minggu siang, penutupan sementara operasional Bandara Soetta diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB. Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat indikasi sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, penghentian operasional diberlakukan sejak pukul 01.30 WIB. Pemeriksaan menggunakan paper test menunjukkan adanya indikasi abu vulkanis di area bandara sehingga operasional penerbangan dihentikan untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Dudy menjelaskan, pemeriksaan terhadap kondisi abu vulkanis di Bandara Soetta dilakukan secara berkala. Hasil pengujian tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan apakah penerbangan dapat kembali dibuka.

“Kalau misalnya sekarang paper test masih positif, setiap jam di Soekarno-Hatta kita akan tes lagi. Kalau masih positif, ya kita tidak akan buka. Nanti kita akan terus memperbarui informasinya,” jelasnya.

Kementerian Perhubungan bersama pengelola bandara, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, dan BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau.

Sementara itu, calon penumpang yang terdampak diminta terus berkoordinasi dengan maskapai masing-masing untuk memperoleh informasi terbaru terkait status penerbangan, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang maupun pengembalian dana tiket.(Red)