KPI Dorong BPS Gandeng Media Penyiaran untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
![]() |
| KPI Dorong BPS Gandeng Media Penyiaran untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 |
JAKARTA – detik35. Com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengusulkan agar Badan Pusat Statistik (BPS) menggandeng lembaga penyiaran di seluruh Indonesia guna memperkuat sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi menghambat pelaksanaan sensus.
Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, mengatakan masih adanya penolakan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026 tidak terlepas dari minimnya komunikasi publik serta maraknya informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.
"Keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh petugas di lapangan, tetapi juga bergantung pada efektivitas komunikasi kepada masyarakat. Semakin baik edukasi yang disampaikan melalui lembaga penyiaran, semakin tinggi pula partisipasi masyarakat," ujar Tulus dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, pola sosialisasi tersebut dapat mencontoh penyelenggaraan pemilu yang memanfaatkan media penyiaran secara masif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Tulus menegaskan, masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai tujuan sensus, tata cara mengenali petugas resmi BPS, hingga jaminan bahwa seluruh data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menilai lembaga penyiaran memiliki peran strategis karena memiliki jangkauan luas hingga ke daerah-daerah dan masih menjadi salah satu sumber informasi yang dipercaya masyarakat.
"Jumlah lembaga penyiaran di Indonesia mencapai ribuan. Potensi ini perlu dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi yang benar dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan sensus," katanya.
KPI mengusulkan agar sosialisasi dikemas dalam berbagai format, mulai dari iklan layanan masyarakat, dialog interaktif, pemberitaan edukatif, hingga penyisipan pesan-pesan sensus dalam program hiburan agar lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Menurut Tulus, kualitas data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada tingkat pemahaman masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara BPS dan media penyiaran menjadi faktor penting dalam menciptakan informasi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami.
"Partisipasi masyarakat berawal dari pemahaman. Pemahaman dibangun melalui informasi yang benar, sehingga sinergi antara media dan penyelenggara sensus menjadi sangat penting untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026," pungkasnya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang bertujuan memperoleh data menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, perencanaan investasi, serta pengambilan keputusan di berbagai sektor ekonomi.
(Red)
