Lima Pekerja Proyek Jalan Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Tolikara, Tiga Korban Masih Hilang
![]() |
| Lima Pekerja Proyek Jalan Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Tolikara, Tiga Korban Masih Hilang |
JAYAPURA – detik35. Com - Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Sebanyak lima pekerja proyek pembangunan jalan dilaporkan tewas setelah diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kamp PT SHJ, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, pada Minggu (2/8/2026) malam.
Hingga Senin (3/8/2026), aparat TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta menelusuri keberadaan tiga pekerja lainnya yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan serangan terjadi saat para pekerja tengah beristirahat di lokasi proyek.
"Dari 10 pekerja yang berada di kamp PT SHJ, lima orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian," ujar Tri Purwanto di Jayapura.
Empat korban yang telah berhasil diidentifikasi masing-masing bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfons, dan Barengga. Sementara identitas satu korban lainnya masih dalam proses pendataan.
Proses evakuasi korban dilakukan secara bertahap. Tiga jenazah telah dibawa ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, satu jenazah dievakuasi ke Karubaga, sedangkan satu korban lainnya masih berada di lokasi kejadian karena terkendala situasi keamanan.
Tri Purwanto juga meluruskan informasi awal terkait waktu kejadian. Menurutnya, penyerangan berlangsung pada Minggu malam, bukan Senin dini hari sebagaimana informasi yang sempat beredar.
Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi penyerangan tersebut karena menyasar warga sipil yang sedang mengerjakan pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat Papua.
Saat ini aparat gabungan TNI dan Polri terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku sekaligus memperkuat pengamanan di wilayah sekitar guna menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan kembali menjadi perhatian terkait aspek keamanan dalam pelaksanaan proyek pembangunan di daerah rawan konflik.
(Red)
