Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di 43 Wilayah, Tekankan Gotong Royong Demi Swasembada Pangan

Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di 43 Wilayah, Tekankan Gotong Royong Demi Swasembada Pangan


MALANG, detik35.com – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI yang dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Kegiatan panen raya tersebut dilaksanakan secara serentak di 43 titik di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Peresmian panen raya ditandai dengan penekanan sirene bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, para kepala staf angkatan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda strategis nasional yang harus didukung seluruh elemen bangsa melalui semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong.

"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari semua komponen bangsa," ujar Prabowo.

Panen raya tersebut mencakup tiga komoditas utama, yakni tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara, padi oleh TNI Angkatan Darat, dan kedelai oleh TNI Angkatan Laut.

Pada sektor tebu, TNI AU mendampingi pengelolaan lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi mencapai 18,386 juta ton tebu atau sekitar 1,36 juta ton gula. Jumlah tersebut diperkirakan mampu menyumbang sekitar 45,05 persen dari target produksi gula nasional tahun 2026.

Di Lanud Abdulrachman Saleh sendiri, luas lahan tebu yang dipanen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi produksi sekitar 72.045 ton. Dengan harga tebu rata-rata Rp720.000 per ton, hasil panen tersebut diharapkan memberikan nilai ekonomi yang besar bagi para petani.

Sementara itu, TNI AL mendampingi budidaya kedelai di lahan seluas 2.432 hektare yang tersebar di enam wilayah dengan potensi produksi sekitar 3.676 ton. Selain itu, TNI AL juga membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah sebagai upaya meningkatkan produksi kedelai nasional.

Untuk komoditas padi, TNI AD melaksanakan panen di lahan seluas 479.659 hektare selama Juli 2026. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, TNI AD telah mendampingi panen di lahan seluas 6,26 juta hektare dengan produksi mencapai 19,2 juta ton beras atau sekitar 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun 2026.

Selain memimpin panen raya, Presiden Prabowo juga meninjau sejumlah stan yang menampilkan berbagai program unggulan TNI dan inovasi hilirisasi sektor pertanian. Pemerintah berharap sinergi lintas sektor tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi hasil pertanian, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.(Red)