Pemerintah Targetkan Nilai Produksi Pertanian Merauke Tembus Rp13 Triliun per Tahun
![]() |
| Pemerintah Targetkan Nilai Produksi Pertanian Merauke Tembus Rp13 Triliun per Tahun |
Merauke - detik35. Com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan nilai produksi pertanian di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mencapai sekitar Rp13 triliun per tahun melalui pengembangan kawasan pertanian modern dan peningkatan produktivitas. Target tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri kegiatan Tanam Padi Bersama di lahan cetak sawah rakyat di Merauke, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Amran, saat ini nilai produksi pertanian Merauke berada pada kisaran Rp1,3 triliun. Namun, dengan penerapan pola tanam tiga kali setahun dan produktivitas mencapai minimal tujuh ton per hektare, potensi peningkatan nilai produksi hingga sepuluh kali lipat dinilai sangat memungkinkan.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan tren peningkatan signifikan sektor pertanian di Merauke dalam beberapa tahun terakhir. Nilai produksi pertanian tercatat naik dari sekitar Rp523 miliar pada 2023 menjadi Rp746 miliar pada 2024, dan mencapai sekitar Rp1,35 triliun pada 2025. Pada periode yang sama, luas panen meningkat dari 44.808 hektare menjadi 79.428 hektare, sementara produksi gabah kering panen melonjak dari 222.579 ton menjadi 439.412 ton.
Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan pertanian seluas sekitar 100.000 hektare di Merauke sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. Melalui penerapan sistem Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS), produktivitas di sejumlah wilayah bahkan diproyeksikan mampu mencapai 10 ton per hektare.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan terus memperkuat infrastruktur pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, pembangunan fasilitas pengering gabah (dryer), serta gudang penyimpanan hasil panen. Pemerintah juga menegaskan bahwa pengembangan kawasan pertanian tersebut diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani lokal.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pendapatan petani di sejumlah kawasan pengembangan meningkat sekitar 80 persen secara kumulatif dalam dua tahun terakhir. Bahkan, petani yang menerapkan mekanisasi dan pola tanam modern berpotensi memperoleh pendapatan hingga sekitar Rp27 juta per bulan.
Pemerintah optimistis program cetak sawah dan modernisasi pertanian di Merauke akan menjadi salah satu pilar utama penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan timur Indonesia.(Red)
