Kapolri Rotasi Enam Kapolda Sekaligus, Penyegaran Kepemimpinan Polri Jadi Sorotan

Kapolri Rotasi Enam Kapolda Sekaligus, Penyegaran Kepemimpinan Polri Jadi Sorotan


Jakarta -- detik35. Com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia dengan merotasi enam Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di sejumlah wilayah strategis. Pergantian pejabat tersebut ditandai dengan pelantikan dan serah terima jabatan yang berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Rotasi kali ini mencakup Polda Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Barat Daya. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan serta penguatan organisasi Polri agar semakin adaptif dalam menghadapi dinamika tugas dan tantangan keamanan yang terus berkembang.

Dalam mutasi tersebut, jabatan Kapolda Aceh yang sebelumnya dijabat Irjen Marzuki Ali Basyah diserahterimakan kepada Irjen Ruddi Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri.

Sementara itu, posisi Kapolda Sumatera Barat yang sebelumnya diemban Komjen Gatot Tri Suryanta kini dipercayakan kepada Irjen Djati Wiyoto Abadhy, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Utara.

Perubahan kepemimpinan juga terjadi di Polda Jawa Barat. Jabatan yang sebelumnya dipegang Komjen Rudi Setiawan kini diisi oleh Irjen Pipit Rismanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Barat. Selanjutnya, posisi Kapolda Kalimantan Barat dipercayakan kepada Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar, sedangkan jabatan Kapolda Kalimantan Utara diemban oleh Irjen Agus Wijayanto.

Di kawasan timur Indonesia, Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru resmi dilantik sebagai Kapolda Papua Barat Daya menggantikan Brigjen Gatot Haribowo.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, serta penyegaran organisasi guna menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi untuk memperkuat organisasi agar semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman yang optimal kepada masyarakat. Ia juga berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan di wilayah tugas masing-masing.(Red)