Polisi Selidiki Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Belasan Taruna Pelayaran Jadi Korban Luka Bakar
![]() |
| Polisi Selidiki Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Belasan Taruna Pelayaran Jadi Korban Luka Bakar |
BANDA ACEH – detik35. Com - Aparat kepolisian bersama sejumlah instansi terkait masih menyelidiki penyebab pasti ledakan yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal sandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Insiden tersebut mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar, mayoritas merupakan taruna pelayaran yang sedang menjalani praktik lapangan.
Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, Ditreskrimum Polda Aceh, dan Ditpolairud Polda Aceh kini mendalami berbagai kemungkinan penyebab ledakan yang terjadi pada Jumat (12/6/2026). Hingga saat ini, penyidik belum dapat memastikan sumber ledakan karena proses investigasi masih berlangsung.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Komisaris Polisi Miftahuda Dhiza Fezuono, mengatakan korban terdiri atas 14 taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal (ABK). Saat kejadian, para taruna tengah mengikuti program pendidikan lapangan di atas kapal yang baru tiba dari Pelabuhan Balohan, Sabang.
Ledakan yang terjadi secara tiba-tiba di kamar mesin menyebabkan para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat. Seluruh korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Di tengah proses penyelidikan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan dan perawatan maksimal. Perusahaan juga menyatakan fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi korban serta dukungan kepada keluarga yang terdampak.
Berdasarkan laporan awal, insiden diduga bermula dari letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin. Namun dugaan tersebut masih harus diverifikasi melalui investigasi teknis yang dilakukan bersama pihak berwenang.
Beruntung, respons cepat awak kapal dalam menjalankan prosedur darurat berhasil mencegah situasi menjadi lebih buruk. Api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit sehingga tidak menjalar ke bagian kapal lainnya dan menghindarkan potensi korban yang lebih besar.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran, khususnya pada kapal penumpang yang melibatkan aktivitas pendidikan dan pelatihan. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan operasional kapal guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
ASDP menegaskan akan mendukung penuh proses penyelidikan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional. Keselamatan penumpang, awak kapal, serta seluruh pengguna jasa penyeberangan disebut tetap menjadi prioritas utama perusahaan.(Red)
