Polsek Buay Madang Timur Monitoring Debit Air Sungai Macak Antisipasi Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi

(Dok foto Polsek Buay Madang Timur)
 

OKU Timur – detik35. Com. -Mengantisipasi potensi bencana banjir akibat tingginya intensitas curah hujan, jajaran Polsek Buay Madang Timur Polres OKU Timur melakukan monitoring debit air di kawasan bantaran Sungai Macak dan aliran Irigasi BK (Bendungan Komering), Minggu (17/5/2026).

Kegiatan monitoring dilakukan sekitar pukul 11.45 WIB oleh personel piket Sabhara Polsek Buay Madang Timur, Aipda Sahrul Munir, di sejumlah titik rawan banjir yang berada di wilayah hukum Polsek Buay Madang Timur.

Adapun lokasi yang menjadi fokus pemantauan yakni aliran Sungai Macak di Desa Sukoharjo serta sepanjang aliran Irigasi BK Bendungan Komering di Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Kapolsek Buay Madang Timur IPTU Swisspo, S.H., M.H. mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya banjir maupun dampak lain akibat cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah OKU Timur.

Dari hasil monitoring di lapangan, debit air Sungai Macak diketahui mulai mengalami kenaikan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, kondisi air masih berada dalam kategori normal dan belum mengancam permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai maupun saluran irigasi.

Selain melakukan pengecekan debit air, personel Polsek Buay Madang Timur juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada selama musim hujan.

Warga diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai, berhati-hati saat melintasi jembatan di tengah hujan, serta tidak melakukan penebangan pohon liar yang dapat mengurangi resapan air dan memicu banjir.

Polisi juga meminta para orang tua agar mengawasi anak-anak dan melarang bermain di sekitar bantaran Sungai Macak maupun aliran Irigasi BK saat musim hujan berlangsung.

“Monitoring debit air akan terus dilakukan secara berkala dan perkembangan situasi akan terus dilaporkan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi bencana alam,” ujar IPTU Swisspo.(Red)