Megawati Menangis Usai Menonton Film Pesta Babi, Soroti Kerusakan Hutan dan Nasib Masyarakat Adat Papua
![]() |
| Gambar Megawati Soekarno Putri Presiden Ke -5 RI |
Yogyakarta,detik35.Com.- Presiden ke-5 RI mengaku menangis setelah menonton film dokumenter yang mengangkat isu kerusakan lingkungan dan nasib masyarakat adat di Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menghadiri forum National Policy Dialogue bertajuk “Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia” di balai senat , Jumat (22/5/2026).
Dalam pidatonya, Ketua Dewan Pengarah itu menyoroti pembangunan yang dinilai terlalu berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta hak masyarakat adat yang telah lama hidup berdampingan dengan alam.
“Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya. Sudah seberapa banyak hutan hanya dijadikan tanaman sawit. Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?” tegas Megawati.
Megawati menilai pembangunan nasional seharusnya tetap menghormati hukum adat dan kearifan lokal masyarakat setempat. Menurutnya, eksploitasi sumber daya alam dan alih fungsi kawasan hutan secara masif dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang mengancam keberlanjutan kehidupan bangsa di masa mendatang.
Selain menyoroti persoalan lingkungan hidup, Megawati juga mengingatkan pentingnya memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki posisi strategis di antara Samudera Hindia dan Pasifik.
“Indonesia itu bukan sekadar negara daratan. Kita adalah bangsa maritim dengan posisi strategis di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik,” ujarnya.
Ia menegaskan penguatan kedaulatan maritim Indonesia tidak cukup hanya melalui eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga harus diperkuat melalui riset, inovasi, dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Megawati meminta BRIN bersama perguruan tinggi memperkuat kolaborasi penelitian agar hasil riset dapat mendukung kebijakan publik serta pengembangan industri nasional berbasis potensi kekayaan hayati Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga menyoroti pentingnya perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) terhadap kekayaan hayati Indonesia agar tidak mudah diklaim pihak asing.
Menutup pidatonya, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa membangun kemandirian dalam pengelolaan sumber daya alam serta menjaga arah pembangunan yang berkelanjutan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya kepada kekuatan bangsanya sendiri. Laut harus kembali menjadi jalan kemajuan peradaban Indonesia,” tutupnya.(Red)
