Inggris Siapkan Operasi Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Ribuan Kapal Terdampak Konflik AS-Iran
![]() |
| Inggris Siapkan Operasi Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Ribuan Kapal Terdampak Konflik AS-Iran |
London,detik35.Com.- Angkatan Laut dilaporkan tengah mempersiapkan operasi besar pembersihan ranjau di kawasan Selat Hormuz di tengah proses negosiasi damai antara dan yang masih berlangsung.
Mengutip laporan Associated Press (AP), Minggu (24/5/2026), ratusan personel Angkatan Laut Inggris yang berada di kapal RFA Lyme Bay saat ini disiagakan di wilayah Gibraltar, Semenanjung Iberia, untuk kemungkinan pengerahan menuju kawasan Teluk Persia.
Operasi tersebut disiapkan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak dan perdagangan paling vital di dunia.
Meski persiapan militer telah dilakukan, pengerahan penuh pasukan dan armada Inggris disebut baru akan dijalankan setelah tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.
Sebelumnya, Presiden AS mengecam negara-negara sekutu Eropa yang dinilai belum memberikan dukungan nyata terhadap operasi Amerika Serikat dalam menghadapi ketegangan dengan Iran, termasuk persoalan blokade Selat Hormuz yang memicu gangguan pelayaran global serta lonjakan harga energi dunia.
Trump bahkan telah memperingatkan negara-negara anggota NATO sejak Maret lalu agar mulai mengamankan jalur pelayaran dan kebutuhan energi mereka sendiri tanpa terlalu bergantung pada intervensi Washington.
Pada Sabtu (23/5/2026), Trump juga menyampaikan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah berhasil dinegosiasikan setelah melalui pembicaraan bersama Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan Timur Tengah. Saat ini proses tersebut disebut tinggal menunggu tahap finalisasi.
Dalam operasi yang disiapkan Inggris, kapal RFA Lyme Bay dijadwalkan akan meninggalkan Gibraltar untuk bergabung dengan kapal perusak Inggris serta sejumlah armada sekutu lainnya. Armada gabungan itu nantinya akan memberikan dukungan udara sebelum bergerak menuju kawasan Teluk Persia melalui Terusan Suez.
Menteri Angkatan Bersenjata Inggris mengungkapkan bahwa sedikitnya 6.000 kapal dilaporkan mengalami hambatan melintasi Selat Hormuz akibat memanasnya konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Situasi tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap stabilitas keamanan jalur perdagangan global, mengingat Selat Hormuz menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah internasional yang sangat memengaruhi ekonomi dan pasar energi dunia.(Red)
