Iran Setujui Rancangan Damai dengan AS, Selat Hormuz Segera Dibuka Kembali dan Blokade Laut Diakhiri

Iran Setujui Rancangan Damai dengan AS, Selat Hormuz Segera Dibuka Kembali dan Blokade Laut Diakhiri


Jakarta,detik35.Com.- Pemerintah dilaporkan telah menyetujui rancangan kesepakatan damai dengan untuk mengakhiri konflik yang selama ini memanas di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia.

Laporan yang dikutip dari New York Times menyebutkan, rancangan perdamaian itu telah dibahas intensif dan melibatkan sejumlah mediator internasional. Tiga pejabat senior Iran yang dikutip dalam laporan tersebut mengungkapkan bahwa kesepakatan mencakup penghentian konflik di berbagai front, termasuk ketegangan yang berkaitan dengan Lebanon.

Salah satu poin utama dalam rancangan damai itu adalah dibukanya kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial internasional tanpa pungutan bea lintas dari pihak Iran. Selain itu, Amerika Serikat disebut akan menghentikan blokade laut terhadap Iran sebagai bagian dari paket kesepakatan.

Isu program nuklir Iran yang selama ini menjadi hambatan terbesar dalam hubungan kedua negara belum dimasukkan dalam kesepakatan utama dan dijadwalkan dibahas secara terpisah dalam 30 hingga 60 hari mendatang.

Tak hanya itu, usulan perdamaian juga mencakup pencairan aset Iran senilai sekitar US$ 25 miliar yang selama ini dibekukan di luar negeri akibat sanksi internasional.

Dalam proses diplomasi tersebut, dan disebut memainkan peran penting sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran.

Sebelumnya, Presiden AS juga mengklaim bahwa sebagian besar poin kesepakatan damai dengan Iran telah berhasil dinegosiasikan, meskipun detail akhir masih terus dibahas kedua pihak.

Apabila kesepakatan ini benar-benar terealisasi, langkah tersebut diperkirakan akan berdampak besar terhadap stabilitas geopolitik kawasan Timur Tengah sekaligus memengaruhi pasar energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia.(Red)