Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Satu Komando Pemerintahan, Dorong Sinergi K/L dan BUMN Tanpa Ego Sektoral

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Satu Komando Pemerintahan, Dorong Sinergi K/L dan BUMN Tanpa Ego Sektoral


Jakarta – detik35. Com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kesatuan arah dan komando dalam menjalankan roda pemerintahan nasional saat memberikan taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026).

Dalam forum strategis tersebut, Presiden menekankan bahwa seluruh elemen pemerintahan harus bergerak dalam satu visi, satu bahasa, dan satu rencana kerja yang terintegrasi. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi pendekatan sektoral yang justru berpotensi memperlambat implementasi kebijakan nasional.

Menurut Presiden, tantangan pembangunan ke depan menuntut kecepatan, ketepatan, serta konsistensi dalam pelaksanaan program. Oleh karena itu, sinergi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Seluruh jajaran pemerintah harus memiliki kesamaan arah. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus bekerja dalam satu kerangka besar untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegas Presiden dalam arahannya.

Lebih lanjut, Presiden menyoroti pentingnya koordinasi yang kuat dalam setiap tahapan kebijakan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Ia menilai bahwa kebijakan yang baik tidak hanya ditentukan oleh perumusan yang tepat, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankannya secara selaras di lapangan.

Dalam konteks tersebut, BUMN juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada kinerja korporasi, tetapi turut mengambil peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program-program pembangunan nasional, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Presiden juga menggarisbawahi pentingnya budaya kerja kolaboratif yang mengedepankan komunikasi terbuka dan koordinasi intensif antarinstansi. Hal ini dinilai krusial untuk menghindari tumpang tindih kebijakan sekaligus mempercepat pengambilan keputusan.

Selain itu, penguatan sinergi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pemerintahan yang lebih adaptif terhadap dinamika global maupun tantangan domestik, termasuk dalam menghadapi tekanan ekonomi, transformasi digital, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Rapat kerja ini menjadi momentum konsolidasi nasional dalam memastikan seluruh kebijakan pemerintah berjalan dalam satu arah yang jelas dan terukur. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui penegasan satu komando tersebut, Presiden berharap seluruh jajaran pemerintahan dapat meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, serta mempercepat realisasi agenda pembangunan nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan.(Red)