Gubernur Sumsel Tanggapi Polemik Pengadaan Meja Biliar di Rumah Dinas Pimpinan DPRD

Gubernur Sumsel Tanggapi Polemik Pengadaan Meja Biliar di Rumah Dinas Pimpinan DPRD

PALEMBANG – detik35.com -  Gubernur Herman Deru menanggapi polemik rencana pengadaan dua unit meja biliar senilai Rp486,9 juta untuk fasilitas rumah dinas pimpinan DPRD Sumatera Selatan. Rencana tersebut menjadi sorotan publik karena muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Herman Deru mengatakan, DPRD merupakan lembaga yang memiliki fungsi penganggaran (budgeting) sebagaimana diatur dalam sistem pemerintahan. Oleh karena itu, pemerintah provinsi menghormati kewenangan yang dimiliki lembaga legislatif tersebut dalam mengusulkan maupun menilai berbagai rencana anggaran.

“Jadi kita hormati fungsi yang diberikan oleh negara kepada DPRD,” ujar Herman Deru kepada wartawan usai menghadiri kegiatan Yatim Fest di Palembang, Senin (9/3).

Menurutnya, DPRD memiliki kewenangan untuk mengusulkan serta mengevaluasi berbagai program dan kebutuhan anggaran yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun unsur lainnya. Termasuk di dalamnya pembahasan terkait kebutuhan internal lembaga legislatif tersebut.

“Mereka dapat mengusulkan dan menilai usulan-usulan dari OPD lain dan unsur lain juga, termasuk untuk menilai dan menganggarkan kepentingan organisasi itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini berbagai agenda pembahasan tengah berlangsung di DPRD Sumatera Selatan, baik yang berkaitan dengan program pembangunan daerah maupun urusan rumah tangga lembaga legislatif.

Sebelumnya, rencana pengadaan dua unit meja biliar tersebut diketahui tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik **Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dalam sistem tersebut disebutkan bahwa Sekretariat DPRD Sumsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp486,9 juta untuk pengadaan fasilitas tersebut.

Rinciannya, satu unit meja biliar direncanakan untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie dengan nilai anggaran Rp151 juta. Sementara satu unit lainnya dialokasikan untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam dengan nilai anggaran Rp335,9 juta.

Menanggapi sorotan publik tersebut, Andie Dinialdie menegaskan bahwa pengadaan meja biliar tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan belum sampai pada proses pembelian.

“Untuk diketahui bersama, semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian,” ujar Andie kepada wartawan.

Andie yang juga menjabat sebagai Ketua **Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Selatan menjelaskan bahwa fasilitas meja biliar tersebut nantinya tidak hanya digunakan sebagai fasilitas di rumah dinas, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tempat latihan bagi para atlet biliar di Sumatera Selatan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tambahan tersebut diharapkan dapat membantu para atlet meningkatkan kemampuan mereka, selain berlatih di tempat latihan yang telah tersedia sebelumnya.

“Jadi selain di tempat latihan yang sudah ada, para atlet juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, rencana pengadaan tersebut tetap menjadi perhatian publik karena nilainya yang cukup besar di tengah upaya pemerintah melakukan penghematan anggaran di berbagai sektor. Polemik ini pun memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat terkait prioritas penggunaan anggaran daerah.(Red)