Refleksi 1 Abad NU, Gubernur Sumsel Tekankan Eksistensi Kader dan Modernisasi Organisasi

Refleksi 1 Abad NU, Gubernur Sumsel Tekankan Eksistensi Kader dan Modernisasi Organisasi

OKU Timur , detik35. Com - Semangat hijau Nahdlatul Ulama menyelimuti Desa Tawang Rejo, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Minggu (1/2/2026). Ribuan jamaah yang mengenakan atribut kebanggaan NU dan Fatayat memadati lokasi peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama yang dirangkaikan dengan Silaturahmi Daerah (Silatda) II Kader Penggerak NU se-Sumatera Selatan.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa kehadirannya di OKU Timur merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk melihat kondisi daerah secara langsung, bukan hanya melalui laporan administrasi.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir dirinya melakukan perjalanan ke sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Selatan dengan menggunakan sepeda motor, guna memantau kondisi infrastruktur, khususnya jalan yang terdampak curah hujan tinggi.

“Saya ingin memastikan dan memahami langsung kondisi infrastruktur kita, terutama jalan-jalan yang terdampak hujan deras belakangan ini. Dengan turun langsung, kita bisa benar-benar merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Herman Deru.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersyukur serta menumbuhkan empati terhadap saudara-saudara di wilayah lain yang saat ini tengah diuji dengan bencana alam dan banjir.

Memasuki usia satu abad, Herman Deru menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama telah membuktikan konsistensinya sebagai organisasi besar yang berperan penting dalam menjaga umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun demikian, ia mengingatkan agar momentum 100 tahun NU tidak sekadar menjadi seremoni perayaan.

Menurutnya, ada beberapa poin penting yang perlu menjadi refleksi bersama. Pertama, eksistensi nyata kader NU harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya muncul pada momen-momen tertentu. Kedua, modernisasi manajemen organisasi, di mana NU didorong untuk belajar dari praktik-praktik terbaik organisasi lain dalam mengelola sektor pendidikan dan kesehatan secara profesional. Ketiga, kemanfaatan organisasi, dengan fokus utama memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

“NU harus terus hadir, relevan, dan memberi manfaat nyata. Itulah kekuatan utama NU selama 100 tahun dan harus terus dijaga,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Herman Deru juga memberikan apresiasi khusus terhadap pembangunan di Kabupaten OKU Timur. Ia menilai kemajuan infrastruktur di wilayah tersebut sangat signifikan dan patut menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Selatan.

“Saya bangga. Infrastruktur di Kabupaten OKU Timur ini salah satu yang terbaik di Sumatera. Ini merupakan pencapaian luar biasa dari Bupati OKU Timur, Pak Enos,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para jamaah.

Kegiatan Harlah 1 Abad NU dan Silatda II Kader Penggerak NU Sumsel tersebut turut dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kader NU dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan.(Red)