Polisi Hebat Berdarah Minang: Dari Ipda hingga Kadiv Humas Polri, Jejak Karier Boy Rafli Amar
![]() |
| Polisi Hebat Berdarah Minang: Dari Ipda hingga Kadiv Humas Polri, Jejak Karier Boy Rafli Amar |
Jakarta , detik35. Com - Kiprah perwira Polri berdarah Minangkabau, Boy Rafli Amar, menjadi salah satu contoh perjalanan karier panjang di tubuh kepolisian. Dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik, ia dinilai mampu membantu memperkuat citra kepolisian melalui penyampaian informasi yang transparan dan profesional.
Pria kelahiran 25 Maret 1965 itu memulai perjalanan karier dari bawah. Setelah lulus dari Akademi Kepolisian pada 1988, ia mengawali pengabdian dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Penugasan awalnya sebagai Pamapta di Polres Metro Jakarta Pusat menjadi pijakan pertama sebelum menjalani berbagai tugas di lapangan.
Sebelum dikenal luas oleh publik, Boy Rafli Amar sempat menjalankan beragam penugasan teritorial, mulai dari bidang reserse hingga penanganan anti-teror di sejumlah wilayah, termasuk di Papua. Ia juga pernah bertugas dalam misi internasional sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV di Bosnia, yang memperkaya pengalaman operasionalnya.
Karier Menanjak di Bidang Humas
Perjalanan kariernya memasuki fase penting saat dipercaya menjabat Kapoltabes Padang di Sumatera Barat. Jabatan tersebut menjadi pintu masuk menuju penugasan strategis di ibu kota, ketika ia ditarik menjadi Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya pada 2008.
Kemampuan komunikasi yang tenang dan penguasaan materi lapangan membuatnya terus dipercaya memperkuat jajaran hubungan masyarakat kepolisian. Ia kemudian menempati sejumlah posisi penting, termasuk Kabagpenum hingga Karopenmas di Mabes Polri.
Puncak kariernya di bidang komunikasi publik tercapai pada 2016 ketika ia diangkat menjadi Kepala Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen).
Inspirasi Karier Kepolisian
Kisah perjalanan Boy Rafli Amar mencerminkan bahwa kombinasi pengalaman lapangan serta kemampuan komunikasi dapat membawa seorang perwira menapaki jenjang karier strategis di tingkat nasional. Dari tugas awal di Polres hingga posisi di Mabes Polri, rekam jejaknya menjadi contoh pentingnya kompetensi profesional dan penguasaan materi dalam menjalankan tugas kepolisian.(Red)
