14.582 Pelajar Ikuti Seleksi Angkatan Kedua SMA KTB, Gunakan NST Berbasis Digital
![]() |
| 14.582 Pelajar Ikuti Seleksi Angkatan Kedua SMA KTB, Gunakan NST Berbasis Digital |
Jakarta –detik35.Com.- Antusiasme pelajar dari seluruh penjuru Tanah Air terlihat dalam seleksi penerimaan angkatan kedua sekolah unggulan KTB. Sebanyak 14.582 pelajar tercatat mengikuti proses seleksi awal yang menggunakan Nusantara Standard Test (NST) atau Tes Potensi Akademik (TPA) sebagai instrumen utama penilaian.
Pelaksanaan NST 2026 dipusatkan di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/1/2026). Proses ujian ini mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan nasional. Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Dedi Prasetyo hadir meninjau langsung jalannya seleksi untuk memastikan seluruh tahapan berlangsung sesuai prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan. Kehadiran para pejabat ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan unggulan yang berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia berkualitas.
NST 2026 dirancang sebagai sistem seleksi nasional berbasis meritokrasi, yang tidak hanya mengukur kemampuan akademik peserta, tetapi juga potensi berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah. Untuk menjaga integritas ujian, panitia menerapkan sistem pengawasan digital berlapis dengan melibatkan 176 operator pengawas pusat yang memantau jalannya tes secara real time.
Pengawasan ketat tersebut bertujuan meminimalisasi potensi kecurangan sekaligus memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang adil. Seluruh proses seleksi diklaim telah mengikuti standar nasional serta memanfaatkan teknologi digital guna mendukung transparansi dan kepercayaan publik.
Melalui mekanisme NST ini, penyelenggara berharap dapat menjaring talenta-talenta terbaik dari berbagai latar belakang daerah di Indonesia. Seleksi yang kompetitif ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda unggul, berintegritas, dan siap menjadi calon pemimpin masa depan bangsa melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.(Red)
