Komunitas LTC Desak Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Sopir Truk, Ancam Lakukan Sweeping ‘Sarung Hitam

Komunitas LTC Desak Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Sopir Truk, Ancam Lakukan Sweeping ‘Sarung Hitam


Palembang ,detik35.Com.- Ketegangan meningkat di kalangan sopir truk setelah kasus penikaman yang menewaskan Alkodirin (45), sopir truk asal Lampung, di kawasan Macan Lindungan, Palembang. Komunitas Lampung Truk Community (LTC) mendesak aparat kepolisian segera menangkap dua pelaku lainnya yang hingga kini masih buron. Mereka bahkan mengancam akan melakukan aksi sweeping yang mereka sebut sebagai operasi ‘sarung hitam’ apabila proses penangkapan pelaku berjalan lambat.

Ketua LTC, Aden Kusuma Wijaya, menyatakan pihaknya merasa terpanggil untuk membantu penegakan hukum setelah kehilangan salah satu rekan sekaligus anggota komunitas. Menurutnya, aksi kekerasan terhadap sopir truk sudah sering terjadi di sejumlah titik rawan, terutama di sekitar Macan Lindungan, dan kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pengemudi truk lintas daerah.

“Kami minta polisi segera menangkap dua pelaku lagi. Kalau polisi kesulitan, kami siap lakukan sweeping ‘sarung hitam’ untuk membantu mengungkap kasus ini,” ujar Aden. Ia menegaskan, komunitas mereka tidak ingin mengambil alih tugas kepolisian, tetapi ingin memberikan dukungan agar pelaku dapat segera ditangkap.

Aden mengungkapkan bahwa beberapa anggota LTC sempat melakukan “aksi senyap” di sekitar lokasi kejadian dalam beberapa hari terakhir. Dari kegiatan itu, mereka mendapati masih ada sejumlah oknum yang melakukan pemalakan terhadap sopir truk yang melintas.

“Kami sempat mengamankan satu pemalak saat patroli senyap. Langsung kami serahkan ke polisi,” katanya.

Menurut Aden, temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Macan Lindungan masih tergolong rawan dan membutuhkan perhatian ekstra dari aparat keamanan.

Alkodirin, sopir truk yang menjadi korban, diketahui tewas setelah ditikam oleh pelaku saat insiden pemalakan berlangsung. Peristiwa itu memicu kemarahan besar di kalangan komunitas sopir truk karena aksi kriminal tersebut dinilai sudah sangat meresahkan dan mengancam keselamatan mereka saat bekerja.

“Kami hanya ingin keadilan. Teman kami meninggal saat bekerja mencari nafkah. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” lanjut Aden.

Komunitas LTC meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli serta mempercepat proses pengejaran dua pelaku lainnya. Mereka menegaskan bahwa aksi sweeping yang mereka ancam lakukan adalah bentuk tekanan moral agar kasus ini tidak berlarut-larut.

Hingga berita ini disusun, polisi telah menangkap beberapa pelaku terkait kasus tersebut, namun dua orang lainnya masih dalam pencarian. Polda Sumatera Selatan menyatakan tengah melakukan pengejaran dan mengimbau masyarakat, termasuk komunitas LTC, agar tetap menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap sopir truk yang terjadi di sejumlah daerah. Praktik pemalakan, pemerasan, dan kekerasan kerap menghantui para pengemudi yang bekerja pada jam-jam rawan. Komunitas sopir truk pun berharap pemerintah daerah dan kepolisian memberi perhatian lebih serius terhadap keamanan jalur logistik.(Red)