BNPB Perbarui Data: 217 Warga Tewas dan 209 Masih Hilang Akibat Bencana di Sumatera Utara
![]() |
| BNPB Perbarui Data: 217 Warga Tewas dan 209 Masih Hilang Akibat Bencana di Sumatera Utara |
Medan ,detik35.Com.- Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan angka memprihatinkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan pembaruan data korban per Minggu (30/11/2025), dengan total 217 orang dinyatakan meninggal dunia dan 209 lainnya masih hilang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers menegaskan bahwa angka korban tewas kemungkinan masih akan bertambah. “Korban jiwa untuk Sumut, 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 masih hilang,” ujarnya. Menurutnya, dinamika di lapangan menunjukkan masih ada banyak area terdampak yang sulit dijangkau tim gabungan.
Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, Basarnas, TNI–Polri, BPBD, serta relawan lokal dan nasional masih bekerja tanpa henti melakukan pencarian. Kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama, terutama di daerah aliran sungai, tebing longsor, dan kawasan permukiman yang hancur tersapu banjir bandang.
Suharyanto menjelaskan bahwa sebagian jenazah ditemukan di lokasi-lokasi yang sebelumnya terisolasi. “Penambahan korban tewas terjadi karena tim berhasil menjangkau titik-titik baru yang sebelumnya tertutup material longsor dan aksesnya sulit dibuka,” jelasnya.
Pemerintah pusat dan daerah mempercepat penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak. Saat ini, ribuan warga masih mengungsi di posko-posko darurat, dengan kebutuhan mendesak berupa makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, serta layanan kesehatan.
Unit dapur umum TNI dan Polri telah didirikan di beberapa titik. Sementara itu, tenaga medis dari sejumlah rumah sakit rujukan di Medan dan kabupaten tetangga ikut diterjunkan untuk membantu penanganan korban luka.
Selain upaya penanganan darurat, BNPB juga sedang memetakan kerusakan infrastruktur, mulai dari jembatan, sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Pemerintah berencana menetapkan status tanggap darurat diperpanjang apabila pencarian korban dan pemulihan awal masih membutuhkan waktu tambahan.
“Kami juga fokus pada upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar aktivitas warga bisa kembali normal secepatnya,” tambah Suharyanto.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana agar tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi. Intensitas hujan yang meningkat beberapa hari terakhir berpotensi memicu banjir susulan dan tanah longsor.
Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan jalur evakuasi tetap aman.(Red)
