Polri Perkuat Sinergi dengan BGN, Isu Keracunan MBG Tak Hentikan Koordinasi

Polri Perkuat Sinergi dengan BGN, Isu Keracunan MBG Tak Hentikan Koordinasi


JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) tetap berjalan di tengah sorotan terhadap sejumlah insiden dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Polri memastikan berbagai persoalan yang muncul tidak menghambat komunikasi maupun kerja sama antarlembaga dalam mengawal program strategis nasional tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, mengatakan koordinasi dengan BGN terus dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program MBG.

“ Terkait dengan beberapa insiden, proses komunikasi, koordinasi tetap dilakukan,” ujar Isir seusai acara syukuran Hari Jadi ke-75 Humas Polri di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

BGN Lakukan Pembenahan SPPG

Menurut Isir, program MBG memiliki cakupan luas karena melibatkan berbagai sektor, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Ia menyebut BGN telah melakukan pembenahan tata kelola internal untuk menangani berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program.

Isir juga mengungkapkan Kepala BGN Sudaryono telah mengambil langkah tegas terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menjalankan ketentuan sebagaimana mestinya.

Sanksi terhadap pengelola SPPG bermasalah dapat berupa penundaan, penangguhan kegiatan, hingga pencabutan persetujuan atau sertifikasi yang berlaku.

“Kalau tidak sesuai dengan sertifikat ditunda, ditangguhkan, kadang kala ada yang dicabut,” jelasnya.

Meski demikian, Isir tidak merinci jumlah SPPG yang telah dikenai sanksi maupun lokasi unit pelayanan yang dimaksud.

Polri Pastikan Program Strategis Tetap Dikawal

Polri menegaskan komunikasi dan koordinasi dengan BGN selama ini berjalan efektif. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat ditangani melalui mekanisme yang berlaku.

Isir mengajak seluruh pihak mendukung pelaksanaan program tersebut sekaligus mendorong perbaikan tata kelola pelayanan agar manfaat MBG dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

“Ini program strategis yang kemudian bisa kita kawal bersama,” tegasnya.

Sementara itu, terkait insiden dugaan keracunan MBG, Isir belum memaparkan secara terperinci langkah penyelidikan kepolisian terhadap kasus tertentu maupun perkembangan penanganannya.

Penegasan Polri tersebut menjadi sinyal bahwa koordinasi lintas lembaga tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program MBG, di tengah tuntutan peningkatan pengawasan, keamanan pangan, dan kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat.(Red)