Prabowo Tegaskan Pemerintah di Jalur yang Benar: “Jangan Minder!”
![]() |
| Prabowo Tegaskan Pemerintah di Jalur yang Benar: “Jangan Minder!” |
JAKARTA — detik35. Com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbagai program strategis nasional. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan tidak minder menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam arahan pada sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, yang ditayangkan dan dikutip pada Jumat (23/10/2026).
“Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” tegas Prabowo.
Presiden menyebut sejumlah kebijakan strategis pemerintah yang dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi ekonomi dan kemandirian nasional. Di antaranya program swasembada pangan, penguatan Danantara, hingga penerapan kebijakan ekspor satu pintu.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Prabowo menyoroti perkembangan 10.000 Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi. Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Pemerintah juga mencatat capaian pada sektor pembangunan infrastruktur dasar. Program bedah rumah disebut telah mencapai sekitar 440.000 unit, sementara hampir 90.000 sekolah telah direnovasi selama dua tahun pemerintahan.
Pada sektor konektivitas, pembangunan sekitar 5.000 jembatan disebut telah menghubungkan sekitar 12.000 desa melalui Satuan Tugas Jembatan.
“Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5.000 jembatan,” ujar Prabowo.
MBG Jadi Sorotan, Penindakan Diperkuat
Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan program tersebut bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis bagi masa depan generasi bangsa.
Namun, pemerintah juga melakukan penindakan terhadap berbagai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Prabowo menyampaikan sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung, 353 orang diberhentikan dengan tidak hormat, serta sekitar 2.600 orang masih dalam proses pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Prabowo, pembenahan tata kelola harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum agar manfaat MBG benar-benar diterima masyarakat.
Selain MBG, pemerintah juga terus memperkuat sektor kesehatan. Sebanyak 66 rumah sakit daerah telah dianggarkan, dengan 22 rumah sakit di antaranya telah selesai direvitalisasi.
Pemerintah juga mendorong pengembangan mal pelayanan publik dan digitalisasi pemerintahan untuk meningkatkan kualitas layanan masyarakat, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial.
Menutup arahannya, Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar menjaga persatuan dan soliditas. Menurutnya, besarnya tantangan pembangunan membutuhkan kerja sama seluruh elemen pemerintah.
“Pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkas Prabowo.(Red)
