Bahlil Batal Lantik Golkar Sulsel, Pilih Dampingi Prabowo Bahas Persoalan Penting
![]() |
| Bahlil Batal Lantik Golkar Sulsel, Pilih Dampingi Prabowo Bahas Persoalan Penting |
MAKASSAR — detik35. Com - Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia batal menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026-2031.
Bahlil sedianya dijadwalkan melantik jajaran pengurus Golkar Sulsel yang dipimpin Ilham Arief Sirajuddin dalam acara yang berlangsung di Hotel Four Points, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, Minggu (25/10/2026).
Namun, agenda tersebut berubah setelah Bahlil harus mendampingi Presiden Prabowo Subianto untuk membahas sejumlah persoalan penting.
Pelantikan akhirnya dipimpin Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji. Sejumlah tokoh Kabinet Merah Putih turut hadir, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Meutya Hafid serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.
Dalam sambutannya, Sarmuji menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bahlil. Menurutnya, Ketua Umum Golkar sebenarnya sangat ingin hadir langsung dalam agenda tersebut.
Bahkan, sebelumnya telah disiapkan opsi agar Bahlil tetap dapat menyapa para kader dan pengurus Golkar Sulsel melalui pertemuan virtual apabila tidak memungkinkan hadir secara langsung.
Namun, rencana tersebut kembali berubah karena Bahlil sudah berada bersama Presiden Prabowo.
"Ketua umum sangat ingin hadir di Sulawesi Selatan. Pekan tadi direncanakan meskipun tidak bisa hadir, akan menyapa melalui Zoom meeting. Tetapi ternyata saat ini beliau sudah bersama Bapak Presiden Prabowo. Ada persoalan yang harus dibahas bersama Bapak Presiden," ujar Sarmuji.
Meski tanpa kehadiran Bahlil, Sarmuji memastikan perhatian DPP Partai Golkar terhadap Sulawesi Selatan tetap kuat.
Sulsel dinilai memiliki posisi strategis bagi Golkar karena merupakan salah satu basis utama perolehan suara partai berlambang pohon beringin tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sarmuji juga menyampaikan pesan penting mengenai hubungan antara pemimpin dan kader dalam organisasi.
Ia menggunakan filosofi sastra Makassar yang menggambarkan pemimpin sebagai jarum dan pengikut sebagai benang.
Menurutnya, kader memang dituntut memiliki loyalitas, komitmen, serta kepatuhan terhadap garis dan instruksi organisasi. Namun, loyalitas tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab pemimpin.
Pemimpin, kata Sarmuji, tidak cukup hanya meminta kader patuh. Seorang pemimpin juga harus mampu memberikan arah, mengambil keputusan, menjadi teladan, serta menggerakkan seluruh potensi organisasi.
Ia kemudian mengibaratkan organisasi sebagai sebuah tenunan.
Jarum harus bergerak dengan tepat agar benang dapat mengikuti dan menghasilkan tenunan yang indah. Jika jarum tidak bergerak sebagaimana mestinya, proses menenun pun tidak akan menghasilkan karya yang baik.
Filosofi tersebut sekaligus menjadi pesan agar kepemimpinan dan loyalitas kader dalam tubuh Golkar berjalan beriringan.
Dengan demikian, absennya Bahlil dalam pelantikan pengurus Golkar Sulsel bukan berarti mengurangi perhatian terhadap daerah tersebut. Agenda organisasi tetap berjalan di bawah kepemimpinan DPP, sementara Bahlil memilih menjalankan agenda bersama Presiden Prabowo yang dinilai lebih mendesak. (Red) .
