Puluhan Warga Mojokerto Keluhkan Desil Bansos Naik, Minta Data Dikoreksi

Puluhan Warga Mojokerto Keluhkan Desil Bansos Naik, Minta Data Dikoreksi

MOJOKERTO, DETIK35.COM – Puluhan warga Kota Mojokerto, Jawa Timur, mendatangi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) pada Jumat (11/9/2026). Mereka meminta agar data desil kesejahteraan yang berubah setelah pendataan kembali dapat dikoreksi.

Warga mengaku sebelumnya masuk dalam Desil 1 hingga 5, namun setelah dilakukan survei, status mereka berubah menjadi Desil 6 hingga 10. Perubahan tersebut berdampak pada hilangnya sejumlah bantuan sosial (bansos) yang sebelumnya mereka terima.

Kedatangan warga sekaligus membawa sejumlah dokumen pendukung, seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, serta surat keterangan dari kelurahan.

Mereka berharap pemerintah melakukan verifikasi ulang karena merasa kondisi ekonomi mereka masih tergolong kurang mampu.

Salah seorang warga, Saifudin, mengaku sebelumnya menerima bantuan senilai Rp900 ribu melalui Kantor Pos serta bantuan berupa beras dan minyak. Namun, bantuan tersebut terhenti setelah status desilnya berubah.

"Saya penjual kerupuk keliling. Awalnya saya mendapat bantuan dari Kantor Pos Rp900.000, kemudian beras 30 kilogram dan minyak empat kantong. Setelah desil berubah, bantuan berhenti," ujar Saifudin.

Ia mengatakan, berdasarkan pengecekan, dirinya yang sebelumnya berada pada Desil 3 kini tercatat masuk kelompok desil yang lebih tinggi. Karena itu, ia datang ke Dinsos untuk mengajukan perubahan data.

Keluhan serupa disampaikan Ahmad, warga yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban. Ia mengaku sebelumnya tercatat dalam Desil 4, tetapi kini berubah menjadi Desil 6.

Menurut Ahmad, perubahan tersebut membuat dirinya tidak lagi memperoleh sejumlah bantuan yang sebelumnya diterima.

"Saya minta tolong diturunkan kembali ke Desil 4 supaya bisa mendapatkan bantuan," ungkapnya.

Dinsos Mojokerto Layani Validasi Data

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Mojokerto, dr Farida Mariana, mengatakan jumlah warga yang datang untuk mengajukan koreksi data mencapai sekitar 90 orang.

Menurutnya, sebagian besar warga datang karena merasa posisi desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

"Jadi mereka merasa karena tinggi ini mengurus, harapannya desilnya bisa turun. Tugas pemerintah Kota Mojokerto dalam hari ini adalah memfasilitasi masyarakat untuk validasi datanya kembali," jelas Farida.

Farida menjelaskan, data hasil validasi selanjutnya akan diteruskan kepada pemerintah pusat untuk diproses lebih lanjut.

Ia menyebut sejumlah program bantuan yang berkaitan dengan data tersebut, antara lain bantuan pangan, bantuan lansia, anak yatim, serta bantuan bagi penyandang disabilitas.

Perubahan Desil Tidak Bisa Langsung

Farida menerangkan, penetapan desil dilakukan pemerintah pusat dengan melibatkan sejumlah kementerian. Masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai dapat mengajukan validasi atau perbaikan data.

Namun, proses perubahan desil tidak dapat dilakukan secara langsung. Pengajuan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan karena harus melalui proses survei oleh petugas.

Masyarakat yang ingin melakukan pengajuan juga dapat memperoleh pendampingan melalui petugas di Mal Pelayanan Publik (MPP).

"Silakan masyarakat datang, nanti akan kita bantu oleh petugas yang ada di MPP," pungkas Farida.

Pemerintah diharapkan dapat memastikan proses pemutakhiran data berlangsung akurat sehingga masyarakat yang memang memenuhi kriteria penerima bantuan tidak kehilangan haknya akibat ketidaksesuaian data.(Red)