Basarnas Siap Tembus Zona Terbatas Anak Krakatau Demi Cari 8 Orang Hilang

Basarnas Siap Tembus Zona Terbatas Anak Krakatau Demi Cari 8 Orang Hilang


BANTEN —  detik35. Com - Tim SAR gabungan terus berupaya mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Basarnas bahkan siap memasuki area terbatas di sekitar Gunung Anak Krakatau apabila ditemukan indikasi kuat keberadaan para korban.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan operasi pencarian tetap mengutamakan keselamatan personel. Meski demikian, keterbatasan akses di kawasan rawan aktivitas gunung api tidak serta-merta menghentikan upaya pencarian.

“Operasi itu bisa dilaksanakan dengan batasan-batasan safety. Jadi, kita akan melaksanakan operasi dengan jaminan safety,” ujar Syafii dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Menurut Syafii, personel SAR memiliki kemampuan, peralatan dan prosedur khusus untuk melakukan operasi di lokasi yang memiliki risiko. Jika hasil pemantauan menunjukkan adanya tanda-tanda keberadaan orang yang dicari di area terbatas, tim akan mempertimbangkan masuk ke lokasi tersebut dengan tetap memperhitungkan aspek keselamatan.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti petugas pemadam kebakaran yang harus memasuki bangunan terbakar. Masyarakat umum dilarang masuk karena berbahaya, sementara petugas yang memiliki perlengkapan dan kemampuan khusus dapat melakukan penyelamatan.

Basarnas juga akan mengevaluasi hasil operasi di lapangan untuk menentukan pola pencarian berikutnya. Wilayah penyisiran dapat dikembangkan apabila terdapat petunjuk baru yang mengarah pada keberadaan delapan orang yang masih belum ditemukan.

Berangkat Liputan Gunung Anak Krakatau

Delapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal, seorang jurnalis lepas.

Mereka berangkat menggunakan speedboat bersama tiga awak kapal untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Namun, komunikasi dengan rombongan tersebut kemudian terputus. Hingga memasuki hari ketiga pencarian pada Jumat (11/9/2026), keberadaan mereka belum diketahui.

Tim SAR gabungan terus mengerahkan unsur laut dan udara untuk melakukan penyisiran. Kondisi perairan serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan wilayah operasi.

Operasi pencarian kini berpacu dengan waktu sekaligus menghadapi tantangan kondisi alam di sekitar lokasi hilangnya para jurnalis dan awak kapal.

Basarnas memastikan setiap perkembangan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya, dengan prinsip utama keselamatan personel tetap menjadi prioritas.(Red)