UEFA Nilai FIFA Kehilangan Kepercayaan Dunia Sepak Bola Usai Kisruh Rencana Penjualan Saham
![]() |
| UEFA Nilai FIFA Kehilangan Kepercayaan Dunia Sepak Bola Usai Kisruh Rencana Penjualan Saham |
NYON – detik35. Com - Union of European Football Associations (UEFA) menyatakan kepemimpinan FIFA saat ini telah kehilangan kepercayaan dari sebagian besar komunitas sepak bola dunia menyusul polemik rencana penjualan saham komersial kompetisi FIFA kepada investor swasta.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah FIFA resmi membatalkan proposal kontroversial untuk menjual sebagian saham komersial sejumlah turnamennya, termasuk Piala Dunia FIFA, akibat gelombang penolakan dari penggemar, klub, liga, pemain, asosiasi nasional, konfederasi, hingga sejumlah tokoh politik.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menilai kebijakan tersebut mencerminkan krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
"Kepemimpinan FIFA saat ini tidak hanya kehilangan kepercayaan UEFA, tetapi juga banyak anggota keluarga sepak bola lainnya. Sepak bola tidak untuk dijual," tegas UEFA, dikutip dari Anadolu, Sabtu (1/8/2026).
UEFA juga menyoroti sejumlah janji Gianni Infantino sejak terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016 yang dinilai belum sepenuhnya terealisasi. Janji tersebut meliputi peningkatan transparansi organisasi serta memastikan sumber daya keuangan FIFA digunakan untuk pengembangan sepak bola secara global.
Selain mengkritik kebijakan FIFA, UEFA menyatakan akan bekerja sama dengan asosiasi anggotanya dan konfederasi lain untuk menelusuri bagaimana proposal penjualan saham tersebut dapat muncul. Langkah itu juga bertujuan mencegah munculnya kembali usulan serupa pada masa mendatang.
"Proposal tersebut telah tiada. Tugas membangun kembali kepercayaan pada FIFA baru saja dimulai," demikian penegasan UEFA.
Sebelumnya, rencana FIFA menjual sebagian hak komersial kompetisi, termasuk Piala Dunia, menuai penolakan luas dari berbagai konfederasi sepak bola dunia. Tekanan tersebut akhirnya membuat FIFA membatalkan proposal yang dinilai berpotensi mengubah tata kelola dan kepemilikan aset komersial sepak bola internasional.(Red)
