Tradisi Apem Rebo Wekasan Tetap Lestari di Majalengka
![]() |
| Tradisi Apem Rebo Wekasan Tetap Lestari di Majalengka |
Majalengka — detik35. Com - Ratusan warga Kampung Kaputren, Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menggelar Festival Apem Rebo Wekasan pada Rabu (12/8/2026).
Tradisi warisan leluhur yang dilaksanakan setiap Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Islam tersebut terus dipertahankan lintas generasi. Selain menjadi bagian dari budaya masyarakat, kegiatan ini juga dimaknai sebagai ikhtiar untuk memohon keselamatan dan keberkahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembuatan kue apem secara gotong royong. Kue berbahan dasar tepung beras tersebut kemudian diarak mengelilingi kampung sebelum dibagikan kepada warga untuk disantap bersama.
Sebelum pembagian apem, masyarakat mengikuti doa bersama yang dipimpin tokoh setempat. Warga berharap tradisi tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta memohon agar terhindar dari berbagai musibah.
Kepala Desa Putridalem, Endah Hendrawati, mengatakan Festival Apem Rebo Wekasan merupakan warisan leluhur yang terus dijaga masyarakat Kampung Kaputren.
Menurutnya, pelestarian tradisi bukan hanya untuk mempertahankan budaya, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Rahmat Kartono, menilai tradisi Rebo Wekasan memiliki nilai budaya, spiritual, dan sosial yang kuat.
Ia menyebut apem menjadi simbol kebersamaan, silaturahmi, gotong royong, berbagi, serta rasa syukur masyarakat.
Melihat keunikan tersebut, Festival Apem Rebo Wekasan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Majalengka.
Pemerintah daerah berencana mendorong tradisi tersebut untuk dikaji oleh tim kurator agar dapat masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Majalengka.
Pengembangan wisata budaya diharapkan tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.(Red)
