Tiga Gunung Api Indonesia Erupsi Beruntun Selasa Malam, Status Ibu Waspada dan Dua Gunung Siaga
![]() |
| Tiga Gunung Api Indonesia Erupsi Beruntun Selasa Malam, Status Ibu Waspada dan Dua Gunung Siaga |
JAKARTA — detik35. Com. - Aktivitas vulkanik kembali meningkat di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tiga gunung api aktif mengalami erupsi secara beruntun pada Selasa (18/8/2026) malam.
Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Semeru di Jawa Timur.
Erupsi terjadi dalam waktu yang berdekatan, namun dengan karakteristik dan status aktivitas vulkanik yang berbeda.
Gunung Ibu Tiga Kali Erupsi
Gunung Ibu tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam rentang beberapa jam.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 20.36 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.
Aktivitas kembali terjadi pada pukul 20.58 WIT, dengan kolom abu setinggi sekitar 500 meter.
Gunung Ibu kemudian kembali erupsi pada pukul 23.11 WIT. Kali ini kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter.
Pada erupsi terakhir, abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah timur laut serta timur.
Badan Geologi menetapkan status aktivitas Gunung Ibu pada Level II atau Waspada.
Lewotobi Laki-laki Erupsi, Status Siaga
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, mengalami erupsi pada pukul 21.09 WITA.
Erupsi menghasilkan kolom abu berwarna kelabu tebal yang mencapai sekitar 300 meter di atas puncak. Kolom abu teramati bergerak ke arah barat dan barat laut.
Aktivitas erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum seismogram sebesar 11 milimeter dan berlangsung selama 109 detik.
Badan Geologi menetapkan Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level III atau Siaga.
Semeru Juga Erupsi
Tidak lama berselang, Gunung Semeru di Jawa Timur juga mengalami erupsi pada pukul 20.33 WIB.
Visual letusan tidak teramati karena kawasan puncak gunung tertutup kabut. Namun, Petugas Pemantau Gunung Api Semeru merekam getaran erupsi melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 235 detik.
Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Badan Geologi memberikan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Semeru.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar radius tersebut, warga juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena masih terdapat potensi bahaya lontaran batu pijar.
Dengan terjadinya erupsi di tiga gunung api tersebut, masyarakat di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dari Badan Geologi.
Masyarakat juga diimbau mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik hanya melalui informasi resmi pemerintah dan lembaga berwenang untuk menghindari kepanikan maupun informasi yang keliru.(Red)
