Sri Sultan Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa NTT, DIY Tegaskan Tradisi Solidaritas

Sri Sultan Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa NTT, DIY Tegaskan Tradisi Solidaritas


YOGYAKARTA — detik35. Com. - Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai daerah. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp1 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung penanganan warga yang terdampak bencana.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari tradisi Yogyakarta untuk hadir membantu daerah-daerah di Indonesia yang dilanda bencana.

“Yogyakarta ini punya tradisi setiap ada gempa di mana pun di wilayah Indonesia itu kami membantu,” ujar Sri Sultan, Rabu (19/8/2026).

Bantuan tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang terdampak langsung. Pemda DIY juga memberikan perhatian kepada mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan keluarganya turut terdampak bencana.

Menurut Sri Sultan, perhatian terhadap mahasiswa dari daerah yang mengalami bencana telah menjadi bagian dari kebijakan kemanusiaan Pemda DIY sejak era Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Pemda DIY berupaya memastikan mahasiswa asal daerah terdampak tetap dapat melanjutkan pendidikan meski kondisi keluarganya mengalami kesulitan akibat bencana.

“Daripada dia belajar di sini itu drop out, lebih baik Pemda DIY yang membantu living cost di mana dia tetap bisa melanjutkan pendidikan,” kata Sri Sultan.

Siapkan Bantuan Kesehatan

Selain bantuan keuangan sebesar Rp1 miliar, Pemda DIY juga menyiapkan dukungan kesehatan melalui Dinas Kesehatan DIY dengan nilai sekitar Rp38 juta.

Bantuan tersebut berupa sejumlah obat-obatan dan perbekalan kesehatan, antara lain paracetamol, multivitamin, ibuprofen, antasida, cetirizine, cairan infus, sarung tangan medis, serta masker.

Penyaluran bantuan juga melibatkan sejumlah lembaga dan organisasi kemanusiaan. Pemda DIY menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, JNE, serta Yakkum Emergency Unit untuk mendukung pengiriman bantuan dan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Dukungan terhadap korban gempa juga datang dari sektor jasa keuangan. Bantuan sekitar Rp90 juta dihimpun melalui Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan BPD DIY. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan melalui Baznas DIY sesuai peruntukannya.

Mahasiswa NTT Ikut Merasakan Dampak

Salah seorang mahasiswa asal NTT yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta, Cornelisiano Ligilonga, mengaku keluarganya turut merasakan dampak gempa.

Rumah keluarganya di NTT mengalami kerusakan cukup parah. Namun, berdasarkan komunikasi terakhir, orang tua dan anggota keluarganya masih dalam kondisi selamat.

“Kalau saya, tanah saya asal dari NTT, kondisi rumah saya cukup parah. Kalau untuk kondisi orang tua, keluarga semua masih sehat-sehat dan saat ini baik-baik saja,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa gangguan komunikasi dan listrik masih menjadi kendala di sejumlah wilayah NTT, terutama kawasan terpencil. Meski demikian, bantuan mulai disalurkan ke sejumlah daerah yang terdampak.

Langkah Pemda DIY tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana. Bantuan tidak hanya berupa dukungan material, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat terdampak, termasuk para pelajar dan mahasiswa, tetap mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk melanjutkan kehidupan serta pendidikannya.

Di tengah kondisi pascabencana yang masih membutuhkan penanganan, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat NTT.(Red)