RAPBN 2027 Dipatok Tumbuh 6 Persen, Pemerintah Hadapi Ujian Besar Realisasi Target Ekonomi

RAPBN 2027 Dipatok Tumbuh 6 Persen, Pemerintah Hadapi Ujian Besar Realisasi Target Ekonomi


JAKARTA — detik35. Com - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 memasang sejumlah target ekonomi yang tergolong optimistis. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6 persen di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi makro dalam RAPBN 2027, mulai dari inflasi sebesar 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, hingga imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Target sosial juga dipasang cukup ambisius. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan dapat ditekan menjadi 6-6,5 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada pada kisaran 4,3-4,87 persen.

Di sektor energi, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel. Adapun target lifting minyak ditetapkan 610.000 barel per hari dan lifting gas sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.

Rangkaian asumsi tersebut menunjukkan tingginya optimisme pemerintah terhadap perekonomian nasional pada 2027. Namun, pencapaian seluruh target secara bersamaan akan menjadi tantangan tersendiri, terutama jika tekanan ekonomi global kembali meningkat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tetap optimistis perekonomian Indonesia pada 2027 mampu tumbuh solid dengan dukungan stabilitas makroekonomi dan kebijakan pemerintah.

“Untuk tahun 2027, pemerintah optimistis kinerja perekonomian nasional tetap solid dan terjaga seiring dengan terpeliharanya stabilitas makroekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah,” ujar Purbaya.

Pemerintah menjadikan pengalaman menghadapi dinamika ekonomi global sepanjang 2026 sebagai modal untuk menghadapi ketidakpastian pada tahun berikutnya.

Sejumlah strategi juga disiapkan untuk mengejar target pertumbuhan tersebut. Pemerintah akan mendorong pengembangan sektor bernilai tambah tinggi, termasuk digitalisasi, semikonduktor dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Revitalisasi sektor pertanian dan energi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah akan memastikan kebijakan dan alokasi anggaran memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat.

“Pemerintah akan memastikan setiap kebijakan dan alokasi anggaran memberikan dampak nyata, baik dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperluas kesempatan kerja, maupun meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Haryo.

Selain mendorong pertumbuhan domestik, pemerintah menargetkan penguatan investasi dan ekspor melalui deregulasi serta optimalisasi perjanjian internasional. Pemerintah juga menyiapkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia.

Dari sisi pembiayaan investasi, bauran kebijakan fiskal dan moneter akan diperkuat, termasuk dengan mempercepat investasi melalui keterlibatan Danantara dan sektor swasta.

Namun, target pertumbuhan 6 persen tetap menghadapi sejumlah risiko. Ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, nilai tukar, harga komoditas, hingga kemampuan pemerintah meningkatkan penerimaan negara akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah asumsi RAPBN 2027 dapat direalisasikan.

Dengan demikian, tantangan RAPBN 2027 bukan sekadar menetapkan angka pertumbuhan tinggi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, peningkatan daya beli, serta kesejahteraan masyarakat.

Ujian terbesar pemerintah pada 2027 nantinya adalah menjaga agar optimisme dalam angka RAPBN dapat berjalan seiring dengan realitas ekonomi yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha.(Red)