Prabowo Bahas Ketahanan Pangan, MBG dan Konservasi bersama Sembilan Peraih Nobel

Prabowo Bahas Ketahanan Pangan, MBG dan Konservasi bersama Sembilan Peraih Nobel


JAKARTA, DETIK35.COM — Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah agenda strategis Indonesia saat bertemu Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta dan sembilan peraih Nobel di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu penting yang berkaitan dengan pembangunan nasional, mulai dari ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan kampung nelayan, hingga penguatan konservasi flora dan fauna Indonesia.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan, isu ketahanan pangan menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut. Presiden Prabowo juga menyampaikan pengalaman Indonesia dalam menjalankan program MBG yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

“Bapak Presiden juga menyampaikan berbagai program strategis terkait dengan food security, ya pengalaman kita untuk MBG,” kata Arif seusai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Menurut Arif, pembahasan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana berbagai program pemerintah dapat mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Dorong Pembangunan Kampung Nelayan

Selain ketahanan pangan dan MBG, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan kampung nelayan.

Program tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat sektor kelautan Indonesia.

“Presiden juga terus menegaskan komitmen untuk membangun kampung nelayan,” ujar Arif.

Pembangunan kampung nelayan diharapkan dapat menjadi bagian dari pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan dan kelautan.

Perkuat Konservasi Flora dan Fauna

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran dan upaya perlindungan terhadap kekayaan alam Indonesia.

Hal itu disampaikan setelah para peraih Nobel mengunjungi kawasan konservasi di Lampung. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk flora dan fauna yang menjadi kekayaan alam strategis bangsa.

Arif mengatakan Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk memperkuat perlindungan terhadap flora dan fauna di Indonesia.

“Bapak Presiden juga punya komitmen yang sangat kuat agar proteksi terhadap flora dan fauna di Indonesia ini bisa semakin diperkuat,” katanya.

Menurut Arif, isu konservasi menjadi semakin penting mengingat Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang besar. Perlindungan terhadap ekosistem dinilai perlu berjalan beriringan dengan agenda pembangunan nasional.

Buka Peluang Kolaborasi Sains dan Teknologi

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Timor-Leste dan para peraih Nobel juga menjadi momentum untuk membahas peluang kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kehadiran para ilmuwan penerima penghargaan Nobel diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan para peneliti Indonesia.

Sejumlah agenda strategis yang dibahas menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menghubungkan isu ketahanan pangan, pembangunan masyarakat pesisir, konservasi lingkungan, serta pengembangan sains dan teknologi dalam kerangka pembangunan nasional.

Dengan kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu memperkuat kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kapasitas riset dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.(Red)