Kolaborasi KKN 57 dan 58 Dorong UMKM Tegalgondo Go Digital, Kenalkan Branding dan Pemanfaatan AI
![]() |
| Kolaborasi KKN 57 dan 58 Dorong UMKM Tegalgondo Go Digital, Kenalkan Branding dan Pemanfaatan AI |
Malang, detik35. Com – Semangat mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beradaptasi dengan perkembangan teknologi diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 57 dan 58 melalui sosialisasi digitalisasi UMKM di Perumahan IKIP, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Sabtu (22/8/2026).
Mengusung tema “UMKM Go Digital, Optimalisasi Branding dan Pemanfaatan AI untuk Bersaing di Era Modern”, kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan KKN Kelompok 57 yang dikembangkan melalui kolaborasi bersama Kelompok 58.
Dalam kegiatan tersebut, dua mahasiswa Kelompok 58, Hasrawati dan Gama Dian Rhamadan, dipercaya menjadi pemateri inti. Keduanya memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Kegiatan yang dihadiri Ibu Aisiyah selaku perwakilan warga itu tidak hanya menitikberatkan pada pengenalan teknologi, tetapi juga membahas strategi membangun usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.
Setidaknya terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni sosialisasi dan edukasi digital, optimalisasi branding, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kegiatan pemasaran dan meningkatkan efisiensi usaha.
Sosialisasi diberikan untuk mendorong perubahan pola pikir pelaku UMKM dari pola usaha konvensional menuju pola usaha yang lebih terbuka terhadap teknologi. Sementara itu, materi branding diarahkan agar pelaku usaha mampu membangun identitas produk yang kuat sehingga lebih mudah dikenali dan memiliki daya saing.
Pemanfaatan AI juga menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan usaha, termasuk penyusunan ide promosi, pembuatan materi pemasaran, hingga membantu pelaku UMKM mengembangkan strategi komunikasi dengan konsumen.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antarkelompok KKN dapat menghasilkan program yang lebih berdampak. Kami menghadirkan materi yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif agar pelaku UMKM di Tegalgondo siap go digital,” ujar salah satu perwakilan panitia.
Sementara itu, Hasrawati, selaku pemateri inti dari Kelompok 58, menekankan bahwa digitalisasi UMKM tidak selalu membutuhkan investasi teknologi yang mahal.
Menurutnya, langkah awal transformasi digital justru dapat dilakukan dengan memaksimalkan perangkat yang sudah digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Digitalisasi bukan tentang membeli teknologi mahal. Ini tentang menggunakan ponsel di tangan kita untuk membuka pintu bagi masa depan bisnis yang lebih besar, efisien, dan menguntungkan,” tegas Hasrawati di hadapan peserta.
Menurut mahasiswa KKN, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi semakin penting bagi UMKM karena konsumen kini semakin terbiasa mencari informasi, membandingkan produk, hingga melakukan transaksi melalui platform digital.
Karena itu, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Identitas usaha, cara memperkenalkan produk, kemampuan membuat konten pemasaran, serta pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam membangun daya saing.
Kolaborasi KKN Kelompok 57 dan 58 tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui sinergi lintas kelompok dan bidang keilmuan.
Kegiatan di Perumahan IKIP Desa Tegalgondo ini sejalan dengan upaya mahasiswa KKN MAS dalam menggali dan memperkuat potensi lokal. Program tersebut sekaligus menjadi respons terhadap kebutuhan pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Karangploso agar semakin siap menghadapi perubahan ekosistem bisnis di era digital.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para pelaku UMKM.
Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, memperkuat branding, dan menggunakan AI secara tepat, UMKM di Tegalgondo diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan efisiensi, serta membuka peluang pasar yang lebih luas di tengah perkembangan ekonomi digital. (Sultan Al Fariz)
