Kekeringan Parah Landa Majalengka, 200 Hektare Sawah Gagal Panen dan Petani Rugi Puluhan Juta
![]() |
| Kekeringan Parah Landa Majalengka, 200 Hektare Sawah Gagal Panen dan Petani Rugi Puluhan Juta |
Majalengka – detik35. Com - Kekeringan berkepanjangan yang melanda Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengakibatkan sekitar 200 hektare lahan persawahan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, mengalami gagal panen. Tanaman padi yang seharusnya siap dipanen mati akibat tidak memperoleh pasokan air setelah sumber irigasi utama mengering.
Seorang petani, Casmita, mengatakan wilayah tersebut sudah hampir satu setengah bulan tidak diguyur hujan. Kondisi itu menyebabkan Situ Cijingga yang menjadi sumber irigasi utama mengering, sehingga aliran air ke ratusan hektare sawah terhenti.
"Seharusnya padi sudah siap dipanen, tetapi akhirnya mati karena kekurangan air. Hampir satu setengah bulan tidak turun hujan," ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Casmita, kekeringan yang menyebabkan gagal panen hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Hingga kini, para petani mengaku belum melihat adanya solusi permanen untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pertanian segera membangun infrastruktur yang mampu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, seperti pembuatan sodetan dari Sungai Cipanas menuju Embung Situ Cijingga atau alternatif lainnya agar embung dapat kembali berfungsi sebagai penampung air.
Selain menyebabkan gagal panen, cuaca panas dan lahan yang sangat kering juga meningkatkan risiko kebakaran di area persawahan.
Salah seorang petani, Dede, mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah sawah miliknya seluas sekitar 100 bata atau sekitar 1.400 meter persegi terbakar ketika padi telah siap dipanen.
Menurut Dede, kebakaran terjadi secara tiba-tiba saat dirinya sedang memanen seorang diri. Ia baru menyadari adanya kepulan asap ketika api sudah membesar dan menjalar ke seluruh areal sawah.
"Saya sedang panen, tiba-tiba melihat asap di depan. Tidak lama kemudian api langsung membesar dan membakar seluruh tanaman padi," katanya.
Dede sempat berusaha memadamkan api menggunakan kayu panjang karena tidak ada warga di sekitar lokasi. Namun, kobaran api yang semakin besar membuat seluruh tanaman padinya hangus terbakar.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi petani di Majalengka yang tidak hanya kehilangan hasil panen akibat kekeringan, tetapi juga menghadapi ancaman kebakaran lahan saat musim kemarau. Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret melalui pembangunan sistem irigasi yang lebih andal guna mengurangi risiko gagal panen yang terus berulang setiap tahun.
