Gempa M7,7 Guncang Flores: 86.770 Jiwa Terdampak, 31.372 Warga Masih Mengungsi

Gempa M7,7 Guncang Flores: 86.770 Jiwa Terdampak, 31.372 Warga Masih Mengungsi


MANGGARAI TIMUR — detik35. Com. - Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih dirasakan masyarakat hingga kini.

Hingga 27 Agustus 2026, sebanyak 86.770 jiwa tercatat terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, 31.372 warga di Kabupaten Manggarai Timur masih harus bertahan di pengungsian.

Data tersebut merupakan pembaruan Posko Tanggap Darurat Kabupaten Manggarai Timur yang disampaikan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas.

Bencana tersebut juga menimbulkan kerusakan cukup besar. Posko mencatat sedikitnya 23.477 unit infrastruktur mengalami kerusakan. Sementara korban jiwa tercatat 36 orang meninggal dunia, 239 orang mengalami luka berat, dan 404 orang mengalami luka ringan.

Di tengah kondisi tersebut, sebanyak 307 ibu menyusui juga tercatat sebagai kelompok yang terdampak bencana.

Distribusi Bantuan Dihadang Kondisi Geografis

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terus memperkuat penanganan masa tanggap darurat, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Tantangan terbesar berada di sejumlah wilayah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur serta kondisi geografis.

Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat, sebanyak 1.749 paket bantuan telah diterima dari BNPB dan BSI Maslahat. Sementara 1.877 paket bantuan telah didistribusikan ke enam kecamatan.

Keenam wilayah tersebut meliputi Rana Mese, Lamba Leda Timur, Lamba Leda, Elar Selatan, Elar, dan Lamba Leda Utara.

Untuk menjangkau daerah yang akses jalannya terganggu, distribusi bantuan tidak hanya mengandalkan jalur darat. Pemerintah juga memanfaatkan helikopter untuk mengirim bantuan langsung ke desa-desa yang sulit dijangkau.

Sehari sebelumnya, dukungan udara juga digunakan untuk menjangkau wilayah Congkar.

Penggunaan jalur udara menjadi salah satu strategi untuk mempercepat penyaluran logistik kepada masyarakat yang berada di wilayah terisolasi akibat dampak gempa.

Enam Pasien Dievakuasi

Penanganan pascagempa tidak hanya berfokus pada distribusi kebutuhan pokok. Layanan kesehatan dan evakuasi warga juga terus dilakukan.

Bersama BNPB, Posko Tanggap Darurat mengevakuasi enam pasien dari wilayah sulit dijangkau di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Evakuasi dilakukan untuk memastikan warga yang membutuhkan layanan medis dapat segera mendapatkan penanganan.

Bantuan kemanusiaan juga terus mengalir dari berbagai pihak.

CT Arsa bersama jaringan Transmedia dan AirNav Indonesia turut menyalurkan berbagai kebutuhan, mulai dari beras, mi instan, air mineral, telur, popok, generator, kasur, lampu tenaga surya, tenda hingga terpal.

Sementara bantuan dari Bank Syariah Indonesia telah diterima dan selanjutnya akan disalurkan berdasarkan kebutuhan riil yang dihimpun dari desa dan kecamatan.

Pemerintah Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Pemkab Manggarai Timur memastikan distribusi bantuan akan terus diperluas dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Pemerintah daerah juga menargetkan bantuan dapat diterima secara tepat waktu dan tepat sasaran, terutama oleh masyarakat di wilayah yang hingga kini belum memperoleh bantuan secara optimal.

Dengan puluhan ribu warga yang masih berada di pengungsian, masa tanggap darurat di Manggarai Timur masih menjadi pekerjaan besar. Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara, akses kesehatan, distribusi logistik serta pemulihan infrastruktur menjadi bagian penting dalam penanganan dampak gempa Flores.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski gempa telah berlalu, krisis kemanusiaan akibat bencana masih berlangsung dan membutuhkan dukungan serta koordinasi lintas pihak agar proses pemulihan masyarakat dapat berjalan lebih cepat.(Red)