BROMO DELAPAN HARI DILALAP API! 520 HEKTARE TERBAKAR, PUNCAK 30 KEMBALI MEMBARA

Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan, Empat Akses Menuju Bromo Ditutup Total


PROBOLINGGO — detik35. Com. Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, belum juga sepenuhnya teratasi. Memasuki hari kedelapan, Senin (10/8/2026), kobaran api kembali membesar di kawasan Puncak 30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, titik api di Puncak 30 sebelumnya relatif kecil. Namun, pada Senin pagi, kobaran kembali membesar dan membakar lahan serta kawasan hutan di sekitarnya.

Petugas gabungan terus dikerahkan untuk mengendalikan api. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan cara manual menggunakan gebyok dan ranting pohon, serta penyemprotan air menggunakan truk tangki.

Tak hanya dari darat, upaya pemadaman juga diperkuat dari udara. Tiga helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas.

Selain itu, teknologi drone water spray digunakan untuk membantu menyemprot titik-titik api yang berada di lokasi sulit dijangkau.

Hingga hari kedelapan, kebakaran masih terpantau di dua titik, yakni Puncak 30 di Kabupaten Probolinggo dan kawasan Dengklek, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Dalam tujuh hari pertama, luas kawasan yang terbakar dilaporkan mencapai sekitar 520 hektare.

Demi keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan pemadaman, empat akses menuju kawasan wisata Bromo dari Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup total hingga waktu yang belum ditentukan.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak memaksakan diri memasuki kawasan terdampak kebakaran. Pemerintah meminta pengunjung menunggu hingga kondisi dinyatakan aman dan akses wisata kembali dibuka.

Petugas gabungan kini terus melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap titik-titik api yang berpotensi kembali membesar.

Kebakaran Bromo yang memasuki hari kedelapan menjadi ujian serius bagi upaya pengendalian karhutla di kawasan konservasi. Api belum sepenuhnya padam, sementara petugas terus berjibaku dari darat dan udara untuk mencegah kebakaran meluas.(Red)