BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Karangturi Usai Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Semarang

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Karangturi Usai Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Semarang


JAKARTA – detik35. Com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Semarang, Jawa Tengah, menyusul dugaan insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan ratusan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai langkah preventif sembari menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG. Operasional SPPG Karangturi dihentikan sementara sampai penyelidikan selesai," kata Sudaryono dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, sebelumnya meninjau langsung para korban yang menjalani perawatan di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, Kota Semarang, pada Sabtu (1/8/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan Program MBG pada Jumat (31/7/2026). Gejala yang dialami antara lain mual, muntah, pusing, dan diare.

"Alhamdulillah, setelah kami melihat langsung, kondisi para siswa dan guru yang dirawat sudah mulai membaik," ujar Sudaryono.

Investigasi Masih Berlangsung

Hasil investigasi awal BGN mengarah pada dugaan adanya masalah pada beberapa bahan makanan, di antaranya daun singkong, bumbu rendang, serta bahan lainnya yang masih dalam proses pemeriksaan.

Namun demikian, BGN menegaskan penyebab pasti insiden belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan selesai dalam waktu lima hingga tujuh hari kerja.

Selain bahan makanan, investigasi juga menyoroti kemungkinan adanya faktor teknis dalam proses produksi, termasuk waktu memasak yang dilakukan terlalu jauh sebelum makanan didistribusikan sehingga berpotensi memengaruhi kualitas makanan.

BGN Percepat Sistem Digital

Sebagai langkah evaluasi, BGN akan mempercepat penerapan sistem digital di seluruh dapur MBG di Indonesia. Sistem tersebut dirancang untuk mencatat seluruh proses produksi makanan secara real time, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pemotongan, waktu memasak, menu yang disiapkan, hingga penggunaan bumbu.

Menurut Sudaryono, digitalisasi ini bertujuan meningkatkan transparansi dan pengawasan sehingga orang tua siswa, sekolah, serta dinas kesehatan dapat memantau proses penyajian makanan dengan lebih baik.

"Kami ingin seluruh tahapan produksi terdokumentasi dengan baik sehingga apabila terjadi masalah, proses penelusuran dapat dilakukan secara cepat dan akurat," ujarnya.

BGN menegaskan keselamatan penerima manfaat Program MBG menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, seluruh hasil investigasi akan dijadikan dasar untuk memperkuat standar keamanan pangan serta mencegah terulangnya kejadian serupa di seluruh SPPG di Indonesia.(Red)