707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG di Semarang, Kepala BGN Siap Hentikan Operasional SPPG yang Lalai
![]() |
| 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG di Semarang, Kepala BGN Siap Hentikan Operasional SPPG yang Lalai |
Semarang – detik35. Com - Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan peserta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius pemerintah. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan pihaknya siap menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) apabila terbukti terjadi kelalaian dalam penyelenggaraan program tersebut.
Hingga saat ini, sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru, dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (31/7/2026). Para korban mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan pusing. Sebagian menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sementara lainnya mendapatkan penanganan medis sesuai tingkat keparahan kondisinya.
Saat menjenguk para korban di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, Sabtu (1/8/2026), Sudaryono menyatakan bahwa tim investigasi masih bekerja untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut melalui pemeriksaan menyeluruh, termasuk uji laboratorium terhadap sampel makanan.
"Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Sudaryono.
BGN menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk kelalaian yang dapat membahayakan keselamatan penerima manfaat Program MBG. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan dipatuhi oleh seluruh penyelenggara program.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan. Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah lanjutan terhadap SPPG yang terlibat.
Pemerintah juga memastikan penanganan medis terhadap seluruh korban tetap menjadi prioritas, sembari berupaya menjaga agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keamanan dan kualitas pangan.
Redaksi
