RI-China Perluas Kerja Sama Investasi, Fokus AI dan Semikonduktor
![]() |
| RI-China Perluas Kerja Sama Investasi, Fokus AI dan Semikonduktor |
Jakarta – detik35. Com. - Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan ekonomi strategis dengan China melalui perluasan kerja sama yang tidak hanya mencakup perdagangan dan investasi, tetapi juga sektor industri, ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), pendidikan, semikonduktor, hingga pembangunan pusat data (data center).
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan pemerintah berkomitmen membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta mempercepat transformasi industri.
Penguatan hubungan kedua negara ditandai dengan sejumlah kerja sama, di antaranya kunjungan delegasi bisnis Provinsi Fujian dalam kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP) serta keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) melalui penandatanganan deklarasi di Shanghai pada 16 Juli 2026.
Di bidang pendidikan, kerja sama juga diperluas melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di China, termasuk Tsinghua University, yang diwujudkan melalui riset dan seminar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bali.
Sementara itu, investasi perusahaan otomotif asal China seperti BYD dan Chery terus meningkat di Indonesia. Kedua produsen tersebut kini telah masuk dalam lima besar pangsa pasar otomotif nasional.
Hubungan ekonomi Indonesia dan China turut diperkuat melalui implementasi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Sepanjang 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai sekitar US$154 miliar berdasarkan data Indonesia, sementara data China mencatat sekitar US$160 miliar.
Pemerintah juga mendorong investasi pada sektor bernilai tambah tinggi, seperti industri semikonduktor, jaringan serat optik, aplikasi digital, dan pembangunan pusat data. Untuk menarik investor, pemerintah menawarkan berbagai insentif fiskal, antara lain tax holiday hingga 100 persen sesuai kriteria investasi, tax allowance, investment allowance, serta super tax deduction guna mendukung inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.(Red)
