Prabowo Resmikan 5 Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
![]() |
| Prabowo Resmikan 5 Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional |
LOMBOK BARAT – detik35. Com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang tersebar di berbagai daerah sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Jumat (10/7/2026). Pembangunan infrastruktur senilai Rp9,79 triliun tersebut diharapkan menjadi penguat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung pembangunan energi nasional.
Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain Bendungan Meninting, pemerintah juga meresmikan Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan lima bendungan merupakan investasi strategis negara yang akan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Berdasarkan laporan Menteri Pertanian, keberadaan bendungan tersebut dengan dukungan teknologi dan benih unggul berpotensi menghasilkan hingga satu juta ton beras.
Presiden menekankan bahwa bendungan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penyimpanan air, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian. Karena itu, pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan bendungan dengan kapasitas yang lebih besar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain memperkuat ketahanan pangan, pemerintah juga akan mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari transformasi energi nasional.
Prabowo turut mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menjaga dan mengelola bendungan secara optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur harus diikuti dengan pengelolaan yang baik agar mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kelima bendungan yang dibangun pada periode 2015 hingga 2025 tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 279,98 kilometer yang mampu mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian. Infrastruktur itu diperkirakan dapat meningkatkan produksi padi hingga sekitar 720.000 ton per tahun.
Selain fungsi irigasi, lima bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 371 juta meter kubik air, mampu memasok air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi risiko banjir di sekitar 932 hektare wilayah, serta mendukung pembangkitan listrik melalui PLTA berkapasitas 9,635 megawatt dan pengembangan PLTS terapung hingga 345,94 megawatt.
Pemerintah berharap keberadaan bendungan-bendungan tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan ketahanan air, sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(Red)
