Eri Cahyadi: Dugaan Uang KBS Hilang Sudah Terdeteksi Sejak Era Risma
![]() |
| Eri Cahyadi: Dugaan Uang KBS Hilang Sudah Terdeteksi Sejak Era Risma |
Surabaya – detik35. Com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan dugaan kejanggalan dalam pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah terdeteksi sejak dilakukan audit independen yang direkomendasikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil audit tersebut kemudian menjadi salah satu dasar penyelidikan dugaan korupsi yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.
Kasus ini mencuat setelah Kejati Jatim menetapkan mantan Direktur Utama PDTS KBS periode 2016–2024, Choirul Anwar, sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut.
Eri menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya sengaja meminta audit independen guna memastikan kondisi keuangan KBS. Dari hasil pemeriksaan ditemukan ketidaksesuaian antara laporan keuangan dengan kondisi kas yang sebenarnya.
Menurut Eri, audit mengungkap adanya sekitar Rp8 miliar yang tercatat dalam laporan keuangan, namun dana tersebut tidak ditemukan di kas. Nilai dugaan kerugian kemudian berkembang hingga mencapai sekitar Rp10 miliar. Ia menyebut persoalan tersebut telah berlangsung sejak masa kepemimpinan Wali Kota Surabaya sebelumnya, Tri Rismaharini.
Eri menegaskan seluruh proses harus dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat. Ia berharap Kejati Jatim dapat mengusut tuntas perkara tersebut dan menyeret seluruh pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.
Selain penegakan hukum, Eri menilai penyelesaian kasus ini penting untuk memperbaiki tata kelola KBS, termasuk menjamin pemeliharaan satwa, kecukupan pakan, serta meningkatkan kesejahteraan para pegawai.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen memperketat pengawasan terhadap KBS melalui audit rutin setiap tahun dengan melibatkan auditor independen yang berbeda agar pengelolaan keuangan badan usaha milik daerah tersebut semakin akuntabel dan transparan.(Red)
