Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-Gorong Cipayung
![]() |
| Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-Gorong Cipayung |
Jakarta - detik35. Com – Insiden memilukan menimpa tiga orang pekerja yang tewas akibat kecelakaan kerja di dalam saluran air (gorong-gorong) di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Tragisnya, salah satu korban yang merupakan warga negara asing (WNA) sempat terdengar berteriak histeris meminta pertolongan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (9/7/2026) pagi. Pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan darurat dari warga setempat.
"Kami menerima permohonan evakuasi korban sekitar pukul 09.49 WIB. Tim rescue segera bergerak melakukan penanganan di dalam gorong-gorong," ujar Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Proses Evakuasi Dramatis
Medan gorong-gorong yang sempit dan minim oksigen menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas damkar di lapangan. Dengan menggunakan peralatan penyelamatan khusus dan tabung pernapasan, petugas menyusuri saluran bawah tanah tersebut untuk mengangkat tubuh para korban.
Setelah berjibaku selama hampir dua jam, seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi ke permukaan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
"Proses evakuasi dinyatakan selesai total pada pukul 11.55 WIB. Korban berhasil dikeluarkan dari dalam gorong-gorong dan petugas dipastikan dalam kondisi aman," tambah Abdul Wahid.
Sempat Berteriak Minta Tolong
Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, sebelum para korban ditemukan tidak bernyawa, sempat terdengar suara teriakan minta tolong dari dalam saluran air. Suara tersebut diduga kuat berasal dari korban WNA yang panik saat menyadari adanya bahaya di dalam ruang terbatas (confined space) tersebut.
Sayangnya, kondisi di dalam gorong-gorong yang diduga mengandung gas beracun atau minim oksigen membuat penyelamatan mandiri sulit dilakukan, hingga berujung pada hilangnya tiga nyawa pekerja secara tragis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut dan memeriksa kelengkapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja yang diterapkan di lokasi proyek. (Red)
