Bahlil Akui Berat Pimpin Sektor Energi di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Bahlil Akui Berat Pimpin Sektor Energi di Tengah Gejolak Geopolitik Global


Jakarta – detik35. Com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui memimpin sektor energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global merupakan tantangan yang tidak ringan. Menurutnya, dinamika internasional menuntut kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat, yang tidak selalu dapat dipelajari melalui pendidikan formal.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku pendidikan menjadi dasar dalam membangun pola pikir dan kemampuan menganalisis kebijakan. Namun, kondisi di lapangan kerap menghadirkan persoalan yang jauh lebih kompleks, terutama ketika dipengaruhi situasi geopolitik dunia.

Sebagai contoh, ia menyinggung dampak ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sempat mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kondisi tersebut berimbas pada distribusi energi dan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga pasokan minyak nasional.

Menurut Bahlil, situasi seperti itu membutuhkan keputusan strategis yang cepat demi menjamin ketahanan energi nasional dan melindungi kepentingan masyarakat.

Selain memimpin Kementerian ESDM, Bahlil yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus mengutamakan kepentingan rakyat di tengah berbagai tekanan global.

Ia juga mengungkapkan telah memberikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak dinaikkan meskipun kondisi geopolitik berpotensi memengaruhi harga energi dunia. Menurutnya, pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga.

Pemerintah, kata Bahlil, akan terus memantau perkembangan situasi global dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar stabilitas sektor energi nasional tetap terpelihara di tengah dinamika internasional yang terus berkembang.(Red)