Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, BPPTKG Catat 30 Kali Guguran Lava Capai 1,9 Kilometer
![]() |
| Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, BPPTKG Catat 30 Kali Guguran Lava Capai 1,9 Kilometer |
Sleman – detik35. Com. - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sebanyak 30 kali guguran lava terjadi selama periode pengamatan Jumat (17/7/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1,9 kilometer.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan, guguran lava terpantau mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Data tersebut mengindikasikan bahwa suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih terus berlangsung sehingga berpotensi memicu guguran lava maupun awan panas guguran.
Selain aktivitas guguran lava, BPPTKG juga merekam tingginya aktivitas kegempaan selama 24 jam terakhir. Tercatat 110 gempa guguran, 63 gempa hybrid atau fase banyak, dua gempa vulkanik dangkal, serta satu gempa tektonik jauh.
Secara visual, puncak Gunung Merapi tampak jelas karena kondisi cuaca cerah, sementara asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan. Suhu udara di kawasan Merapi berkisar antara 15,1 hingga 26,4 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 68,9 hingga 93 persen.
Meski kondisi permukaan gunung masih relatif terkendali, BPPTKG menegaskan bahwa aktivitas di dalam tubuh Merapi masih perlu diwaspadai. Hingga saat ini, status Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga).
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya. Ancaman utama masih berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan hingga barat daya.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong hingga radius 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat mencapai radius 3 kilometer dari puncak.
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar saat hujan turun di kawasan Merapi serta kemungkinan hujan abu jika sewaktu-waktu terjadi erupsi. Warga di sekitar lereng Gunung Merapi diminta terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah sebagai acuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.(Red)
