Trump Tahan Operasi Rahasia Rebut Uranium Iran, Pilih Jalur Damai demi Hindari Perang Besar
![]() |
| Trump Tahan Operasi Rahasia Rebut Uranium Iran, Pilih Jalur Damai demi Hindari Perang Besar |
WASHINGTON – detik35. Com. - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, , dilaporkan sempat menyiapkan operasi militer rahasia untuk merebut cadangan uranium yang diperkaya tinggi milik . Namun rencana tersebut akhirnya ditunda karena dikhawatirkan memicu perang berskala besar yang dapat mengguncang stabilitas Timur Tengah dan ekonomi global.
Laporan yang diungkap CNN menyebutkan militer AS telah menyusun sejumlah opsi menghadapi program nuklir Iran, termasuk skenario ekstrem berupa operasi darat untuk menguasai langsung stok uranium yang telah diperkaya. Opsi tersebut dibahas dalam pengarahan khusus kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS, , saat melakukan kunjungan ke markas Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada akhir Mei 2026.
Meski dinilai mampu menghambat program nuklir Teheran secara cepat, operasi tersebut membawa risiko sangat tinggi. Para penasihat keamanan nasional memperingatkan bahwa pengerahan pasukan darat Amerika ke wilayah Iran berpotensi memicu balasan militer besar-besaran dari Teheran dan sekutunya di kawasan.
Selain ancaman korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat, Gedung Putih juga mempertimbangkan dampak ekonomi global apabila konflik berkembang menjadi perang regional. Gangguan terhadap jalur energi dunia dan lonjakan harga minyak menjadi salah satu kekhawatiran utama yang membuat Trump memilih menahan opsi militer.
Keputusan itu muncul di tengah perkembangan diplomatik yang justru menunjukkan sinyal positif. Washington dan Teheran dikabarkan telah mencapai kesepahaman mengenai sejumlah poin utama dalam perundingan yang selama ini berlangsung terkait program nuklir, pencabutan sanksi, serta normalisasi hubungan kedua negara.
Trump sebelumnya mengklaim bahwa rancangan akhir kesepakatan perdamaian telah disetujui oleh seluruh pihak terkait, termasuk Israel. Bahkan, proses penandatanganan disebut berpeluang dilakukan dalam waktu dekat apabila seluruh tahapan negosiasi berjalan sesuai rencana.
Dari pihak Iran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, , serta Menteri Luar Negeri , juga mengakui bahwa kedua negara saat ini berada pada titik terdekat menuju kesepakatan dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Meski demikian, bocornya informasi mengenai rencana operasi rahasia tersebut menunjukkan bahwa Washington tetap menyiapkan opsi militer sebagai langkah cadangan jika jalur diplomasi gagal menghasilkan kesepakatan final. Situasi ini memperlihatkan bahwa ketegangan terkait program nuklir Iran belum sepenuhnya berakhir, meskipun peluang perdamaian kini terbuka lebih lebar dibandingkan beberapa tahun terakhir.(Red)
