Respons Kritik, Seskab Teddy Beberkan Capaian Kunjungan Luar Negeri Prabowo
![]() |
| Respons Kritik, Seskab Teddy Beberkan Capaian Kunjungan Luar Negeri Prabowo |
JAKARTA — detik35. Com. - Sekretaris Kabinet (Seskab) menanggapi kritik yang disampaikan terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden . Teddy menegaskan rangkaian lawatan Presiden selama 1,5 tahun terakhir telah menghasilkan berbagai capaian strategis bagi kepentingan nasional.
Menurut Teddy, anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya bersifat seremonial tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menilai berbagai agenda diplomasi yang dijalankan telah memberikan manfaat nyata di bidang ekonomi, energi, pertahanan, hingga hubungan internasional.
Salah satu capaian yang disoroti adalah bergabungnya Indonesia dalam kelompok . Pemerintah menilai langkah tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi global sekaligus mendukung stabilitas pasokan energi nasional, termasuk menjaga ketersediaan dan harga BBM di tengah dinamika geopolitik dunia.
Di sektor perdagangan, Teddy menyebut Indonesia telah memperoleh fasilitas tarif ekspor 0 persen ke 25 negara di kawasan . Sementara itu, berdasarkan data investasi pemerintah, realisasi investasi dalam 1,5 tahun terakhir mencapai Rp2.430 triliun.
Teddy juga mengungkapkan kunjungan Presiden Prabowo ke dan pada bulan lalu menghasilkan tambahan komitmen investasi senilai Rp575 triliun yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam bidang pertahanan, pemerintah mengklaim diplomasi Presiden telah memperkuat kerja sama strategis dengan sejumlah negara seperti , , , , dan guna mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Selain itu, kerja sama dengan disebut turut mendukung penyelenggaraan ibadah haji, termasuk rencana pengembangan perkampungan haji bagi jemaah Indonesia.
Terkait isu kemanusiaan internasional, Teddy menegaskan pemerintah terus menunjukkan dukungan terhadap rakyat melalui pengiriman bantuan logistik, pengoperasian kapal rumah sakit, serta pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.
Menanggapi kritik mengenai efisiensi anggaran perjalanan luar negeri, Teddy memastikan setiap kelebihan biaya kunjungan ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo. Ia juga menyebut jumlah anggota rombongan kepresidenan telah dipangkas menjadi sekitar 50–60 orang, lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
Teddy menegaskan seluruh agenda kunjungan luar negeri disusun berdasarkan kebutuhan strategis dan prioritas nasional yang ditetapkan Presiden bersama Kementerian Luar Negeri. Ia mengajak masyarakat untuk menilai hasil diplomasi pemerintah secara objektif dengan mempertimbangkan berbagai capaian yang telah diraih selama 1,5 tahun terakhir.(Red)
