Polisi Segera Periksa Tiga Anggota DPRD TTU Terkait Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha
![]() |
| Polisi Segera Periksa Tiga Anggota DPRD TTU Terkait Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha |
KUPANG – detik35. Com - Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, terus mendalami kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha yang diduga mengalami tekanan psikologis akibat intimidasi. Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil tiga anggota DPRD TTU yang diduga terkait dalam kasus tersebut untuk dimintai keterangan.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan komitmen kepolisian untuk mengusut tuntas perkara tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat Kapolres bersama Bupati TTU Valentinus Kebo melayat ke rumah duka dokter Icha di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Minggu (28/6/2026).
Menurut Kapolres, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Leona Kefamenanu, tempat dokter Icha bertugas, guna memperoleh rekam medis dan rekam psikologis korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan tenaga ahli untuk memperoleh rekam medis serta rekam psikologi korban selama menjalani perawatan," ujar AKBP Eliana Papote.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memastikan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan menyeluruh.
Bupati Timor Tengah Utara, Valentinus Kebo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Ia menilai dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan merupakan persoalan serius yang dapat berdampak pada rasa aman tenaga medis dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turut melakukan investigasi melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Pemerintah menegaskan bahwa setiap tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam melaksanakan tugas profesinya.
Kementerian Kesehatan juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pengabdian dokter Icha selama melayani masyarakat diharapkan menjadi teladan bagi dunia kesehatan Indonesia.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah, DPR, dan organisasi profesi kesehatan, yang mendorong agar proses pengusutan dilakukan secara transparan dan tuntas demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.(Red)
