AS Serang Iran Lagi Setelah Kapal Kargo di Selat Hormuz Diserang
![]() |
| AS Serang Iran Lagi Setelah Kapal Kargo di Selat Hormuz Diserang |
WASHINGTON – detik35. Com - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran setelah terjadi serangan terhadap kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan yang dianggap sebagai agresi tidak beralasan terhadap pelayaran komersial internasional. Serangan dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas penyimpanan rudal, drone, serta instalasi radar pantai milik Iran.
Dalam pernyataan resminya, pihak militer Amerika menegaskan bahwa tindakan Iran telah mengganggu kebebasan navigasi di salah satu jalur perdagangan paling strategis di dunia.
"Agresi terhadap pelayaran komersial merupakan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata dan mengancam keamanan jalur perdagangan internasional," demikian pernyataan Komando Pusat AS.
Insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik dan menjaga stabilitas kawasan, termasuk menjamin kelancaran aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Saat ditanya mengenai konsekuensi atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Iran, Presiden Donald Trump memberikan peringatan keras dengan menyatakan bahwa Teheran akan menghadapi konsekuensi besar atas tindakannya.
Sementara itu, pemerintah Iran mengonfirmasi adanya serangan yang menghantam area sekitar pelabuhan Sirik di wilayah selatan Iran. Namun, Teheran belum mengungkapkan secara rinci tingkat kerusakan yang terjadi. Iran menegaskan akan memberikan respons dengan menargetkan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan.
Pemerintah Iran juga menegaskan tetap memiliki kendali atas Selat Hormuz dan memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak berpihak dalam konflik yang kembali memanas tersebut. Menurut Teheran, perjanjian gencatan senjata sebelumnya masih memberikan hak bagi Iran untuk mengatur lalu lintas pelayaran di kawasan strategis tersebut.
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan terhadap perdagangan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia.(Red)
